SELATPANJANG - Seorang oknum istri perwira polisi yang bertugas di Polres Kepulauan Meranti, Riau yang juga menjabat sebagai ketua Srikandi Jokowi Kepulauan Meranti membuat surat terbuka kepada Presiden RI yang isinya memojokkan Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi.

Surat terbuka yang dibuat itu di posting oleh akun Ahan Chen di group Facebook Relawan Jokowi Amin 2019 pada 7 Mei 2019 lalu. Postingan ini sudah dibagikan sebanyak 148 kali pada pukul 08:00, Jumat (10/5/2019).

Dalam tulisannya, anggota Bhayangkari tersebut mengaku bernama Rita Mariana istri dari Ipda Mulyadi Nrp 71100373.

"Assalamu'alaikum. .

Ads
Saya perkenalkan diri Nama saya Adalah Rita Mariana saya adalah Bhayangkari dari IPDA MULYADI Nrp 71100373 Bertugas di Polres 

Kabupaten Kep Meranti Selatpanjang

Kebetulan saya adalah ketua Srikandi Jokowi di kab ini pak...

Dan di Riau. Bapak menang di Kep Meranti," sebutnya.

Dalam tulisannya pula ada beberapa hal yang ditulis mengenai bupati dua periode itu diantaranya dibawah kepemimpinannya ada sebanyak 60 desa dalam keadaan miskin namun disembunyikan dan tidak teperhatikan kondisinya dan informasi tentang itu sudah disembunyikan.

Desa itu juga dikatakannya tidak ada penerangan sama sekali, penduduknya kebanyakan buta huruf dan bodoh bisa berbahasa menulis tidak bisa, bisa menulis berbahasa tidak bisa, dan saking miskinnya desa itu tempat buang air kecil dan air besar di semak atau belakang hutan, karena untuk makan saja susah apalagi buat WC.

"Pak .. 

Saya mau melaporkan keadaan dan kondisi Desa desa miskin yg disembunyikan oleh pemerintah selat panjang.. 

Ada sekitar 60 desa miskin yg tidak terperhatikan kondisi nya .

Ada beberapa desa yg sama sekali tidak maju , dan tidak ada sarana pendidikan juga kesehatan disini.  Kabar berhembus dari orang peduli sebelum saya , informasi tentang keadaan desa tersebut sengaja di putus atau di sembunyikan, guna objek bagi Bupati dan kepala desa.  Salah satu desa itu sangat miskin dan tidak ada penerangan listrik, penduduknya kebanyakan buta huruf dan bodoh.. bisa berbahasa menulis tidak bisa , bisa menulis berbahasa tidak bisa, dan saking miskin nya desa itu tempat buang aiilr kecil dan air besar di semak atau belakang hutan, karena untuk. Makan saja susah apalagi buat WC. "Maaf" pak. Tapi memang itulah kenyataan nya.. ," sebutnya lagi. 

Dalam tulisan itu juga disebutkan desa desa itu tidak ada fasilitas Puskesmas dan mantrinya. Salah satu desa yang disebutkannya adalah Desa Sesap di Tebingtinggi Barat, dimana desa tersebut yang mayoritas didiami oleh Suku Akit tidak memiliki surat tanah.

Dalam tulisan itu disebutkan masyarakat di Desa Sesap tidak tahu arti agama dan merayakan perayaan agama apa saja. Dia juga menyinggung rumah suku Akit seperti rumah tidak layak huni yang tidak memiliki dinding dan pembatas.

"Desa desa itu tidak ada fasilitas puskesmas atau setidaknya mantri , jadi jika mereka penduduk miskin itu sakit hanya keajaiban Allah ada orang peduli yg tidak sengaja melihat keadaan mereka ke desa desa itu .. dan salah satu desa yg terkenal dengan suku akit Atau suku Asli nama desa nya  SESAP,  penduduk disana Tidak satupun memiliki surat Tanah yg mereka hunyi . Sementara konon katanya mereka adalah suku yg pertama menghuni pulau ini ke unikan penduduk Sesap adalah mereka mengikuti semua Agama bagi yg blm modern. . Apa pun hari raya Agama mereka ikut merayakan nya , karena kebanyakan mereka tidak tau arti agama , dan bagi mereka penduduk  desa sesap yg menikah dengan orang diluar desa itu baru memiliki Agama," tulisnya.

Terhadap desa yang disebutkan itu, informasinya banyak disembunyikan dari media dan publik oleh Bupati dan pejabat yang mengetahui kemiskinan desa itu.

Dalam tulisan itu juga disebutkan, bupati Irwan Nasir yang menjabat dua periode itu dengan sebutan Monster. Dimana dengan kepintarannya bupati itu menutup semua keburukannya.

Disebutkannya, keburukan itu berupa bisnis besar Narkoba oleh adiknya dan bisnis gelap lainnya. 

Bupati juga disebutkan juga menguasai semua mafia di Meranti, tempat hiburan, perjudian dan ilegal logging. Bupati juga dituduhkan telah menikah sampai enam kali.

"Perlu Bapak Presiden ketahui Iwan Nassir yg menjabat 2 periode di Meranti ini Adalah monster , atau dijuluki kepala daerah terkuat di Riau apapun kesalahan nya dan tidak layak nya beliau jadi pemimpin Tidak satupun yg bisa melawan Kepintaran dan kecerdikan nya menutup semua keburukan nya , seperti bisnis besar Narkoba adiknya , dan bisnis2 gelap lain nya , selain BUPATI dia juga menguasai semua mafia di Meranti, tempat hiburan , perjudian dan ilegal logging.   Demi tuhan Pak presiden cuma beliau yg menikah sampai 6 istri sebagai pemerintah daerah yg masyarakatnya hanya diam .. karena takut melawan manusia licik dan bisa berbuat apa saja.. termasuk jika mengganggu bisnisnya.. ," tulisnya lagi.

Tidak sampai disitu, media dan wartawan pun ikut menjadi tertuduh, dimana disebutkan media dan wartawan seolah pura- pura tidak tahu karena siraman uang.

Disebutkan, pejabat dan anggota dewan seolah bahu membahu menyembunyikan desa miskin itu untuk objek mereka menjadi kaya raya.

"Sebagai Srikandi Jokowi. Saya hanya memberikan laporan Singkat masih banyak kasus desa2 miskin yg tidak bisa terlihat oleh pemerintah pusat Jakarta atau bapak presiden masyarakat yg seolah bungkam seperti putus asa,  dan media wartawan seolah pura² tidak tau karena siraman uang, dan pejabat2 lain anggota dewan seoalah bahu membahu menyembunyikan desa2 miskin itu untuk objek mereka menjadi kaya raya , dan punya rumah mewah di Pekanbaru..   Bapak Presiden Kep Meranti ini bukan pulau miskin tapi sengaja di miskin kan oleh Kepala daerah nya yg punya sifat Seperti Dajjal. juga anggota2 dewan nya yg hanya ngumpulin uang.. tak satupun yg sempurna di realisasikan mereka yg 2 periode di negeri Kejam ini..," urainya.

Dalam tulisan itu pun disebutkan Meranti dipimpin oleh kepala daerah yang punya sifat Dajjal. Begitu juga dengan anggota dewan yang tak satupun sempurna dalam realisasi.

Dalam mendukung Jokowi, Bupati Irwan Nasir juga disebut mendukung dengan pura- pura dan hanya untuk mencari aman saja. Dimana Bupati disebut hanya membantu istrinya yang ikut dalam pesta demokrasi.

"Hak bahagia penduduknya ditangan kepala Daerah beserta Staf dan Dewan nya..  oh ya pak Iwan Nassir deklarasi dukung bapak pura² aja dan cari aman.. buktinya Bapak menang di Meranti demi ALLAH DAN RASULNYA PAKAI BIAYA PRIBADI SAYA 22Juta , tidak ada satupun dia membantu pergerakan kami , dia hanya prioritaskan istrinya yg juga Caleg dari partai Pan Nirwana," tulisnya lagi.

Paragraf terakhir dalam tulisan, disebutkan desa - desa tertinggal sengaja disembunyikan dan masyarakat dibiarkan bodoh dan seperti hewan dalam hutan.

"Sekian dulu pak .. desa² tertinggal atau desa yg disembunyikan  dan penduduk nya di biarkan bodoh dan seperti hewan dlm hutan , Butuh perhatian Bapak.. Apapun hasil dari Laporan saya ke Bapak , saya sudah siap walaupun nyawa saya terancam

Wassalam Ketua Srikandi Jokowi Kep Meranti," ungkapnya.

Rita Mariana ketika dikonfirmasi mengaku bahwa dia yang telah menulis tulisan tersebut.

"Iya betul. Dan saya buat itu untuk kepentingan orang banyak," ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp pada Jumat (10/5/2019) pagi.

Walaupun demikian dirinya mengatakan bahwa surat tersebut dibuatnya bukan secara terbuka, namun disampaikan langsung kepada Presiden Jokowi secara pribadi.

"Sebenarnya itu bukan surat terbuka, itu surat buat pak presiden ya jelas di posting sama pengkhianatnya. Iya saya kan gak mungkin tulis surat terbuka seperti itu," ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan, apabila ada pihak yang merasa dirugikan oleh surat tersebut, dirinya siap menerima konsekuensi. "Saya siap menerima konsekwensinya yang ada," ujarnya.

Terkait postingan tersebut, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Kepulauan Meranti, Hery Saputra SH saat dikonfirmasi mengatakan juga mengetahui postingan tersebut.

Dirinya juga mengatakan bahwa menyayangkan pihak yang membuat postingan tersebut. 

"Kita sangat menyesalkan postingan seperti itu, karena tidak sesuai dengan fakta di lapangan," ujar Hery.

Dirinya mengatakan bahwa nantinya pihak pemkab akan melakukan jalur hukum terhadap persoalan ini.

"Yang jelas kita minta arahan pimpinan dan kemungkinan kita akan lakukan somasi karena bermuatan fitnah postingannya dan cenderung mengandung hate Speech atau ujaran kebencian," pungkasnya.***