
PANGKALANKERINCI – Komisi III DPRD Kabupaten Pelalawan menyebut normalisasi Sungai Nilo merupakan tanggungjawab perusahaan. Terdapat tujuh areal perusahaan di sepanjang Sungai Nilo.
DPRD mendorong percepatan kegiatan normalisasi Sungai Nilo yang melintasi beberapa desa di Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, hampir seluruh permukaan Sungai Nilo sudah tertutup oleh rumput kumpai.
Ketua Komisi III DPRD Pelalawan, Carles, S.Sos dikonfirmasi GoRiau.com, Jumat (25/10/2022) menyebut, ada tujuh areal perusahaan di sepanjang Sungai Nilo.
"Dari data yang kita dapat, ada tujuh perusahaan yang bertanggungjawab atas normalisasi Sungai Nilo, yakni PT Arara Abadi, PT RAPP, PT Musim Mas, PT Safari Riau, PT Surya Baratasrna, PT Piktorindo Alam Lestari (PAL) dan PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS)," bebernya.
Ditegaskannya, Sungai Nilo merupakan tempat mata pencarian masyarakat yang bermukim di sepanjang Sungai Nilo. Sehingga harus ada perhatian khusus terhadap sungai.
Politisi PDIP itu meminta dinas terkait untuk segera melakukan inventarisir areal perizinan perusahaan yang berada di sepanjang Sungai Nilo.
"Kita minta dinas terkait menginventarisir perizinan dan tentunya survei lapangan yang ada di sepanjang Sungai Nilo itu, terkait rencana normalisasi sungai ini," jelas Carles.
Selain menginventarisir areal perizinan perusahaan, juga diminta dilakukan kajian di lapangan. "Kita imbau mereka (perusahaan), pada prinsipnya mereka untuk sepakat melakukan normalisasi sungai karena bagian dari tanggungjawabnya," ujar mantan Kades Kemang ini, menutup.***