PEKANBARU, GORIAU.COM - Cukup disayangkan, Liga Nusantara zona Riau terkesan dipaksakan. Panitia pertandingan juga dinilai tidak siap. Seperti terlihat jelang pertandingan, Sabtu (7/6/2014) kemarin, lapangan pertandingan dinilai kurang layak.
Dimana rumput lapangan baru dipotong jelang pertandingan, kemudian tidak ada garis lapangan. Ditambah jaring gawang yang bolong-bolong. Kondisi ini cukup mengecewakan dengan pungutan biaya masing-masing klub yang dinilai besar.
Sementara pungutan tersebut dibunyikan untuk biaya selama pertandingan. Pembaca setia GoRiau.com, Adri, yang merasa kecewa dan menyayangkan ketidaksiapan panitia tersebut berharap agar Asosiasi PSSI Riau berlaku profesional dalam hal ini.
"Sangat mengecewakan, jaring gawang bolong-bolong, rumput baru dipotong, garing lapangan juga tidak ada. Masih ada juga hal lainnya yang tidak sesuai," kata Adri.
PSSI Riau memungut biaya Rp12 juta untuk masing-masing peserta sebelum pertandingan. Jika tidak dibayarkan, maka klub yang bersangkutan didiskualifikasi dan dipastikan tidak bisa berpartisipasi pada kompetisi kali ini.
Pungutan tersebut diklaim akan digunakan untuk biaya lapangan, tenaga teknis, akomodasi dan lain-lain. Sementara realisasi di lapangan jauh dari harapan. Ada 11 tim yang bergabung dalam Liga Nusantara yang pertama kali digelar ini.
Jika dikalkulasikan, panitia sudah mengantongi sebesar Rp132 juta. "Sampai kapan penyelenggara sepakbola kita tetap seperti ini. Bagaimana olahraga kita akan maju jika tetap mengedepankan kepentingan organisasi atau perorangan," tanya Adri.***