TELUKKUANTAN - Muhammadiyah berkontribusi dalam melakukan 'amar maruf nahi munkar' yang menjadi 'girah' dalam perjuangan Ormas Muhammadiyah pada konstelasi nasional Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan Ketua Muhammadiyah Kuansing DR. Agusmandar, Jumat (24/5/2019) di ruang kerjanya.

"Pemilu telah usai, persoalan kecurangan harus ditegakkan secara adil melalui mekanisme hukum yang berlaku," ujar Agusmandar.

Menurut Agusmandar, kebebasan berpendapat dijamin Undang-undang. Kendati demikian, dalam melakukan aksi tidak ada yang boleh anarkis.

Ads
"Semua pihak mengedepankan humanisme dan menjaga semua elemen anak bangsa secara persuasif," ujar Agusmandar.

Karena itu, Agusmandar mengimbau masyarakat Kuansing untuk tetap menjaga situasi keamanan wilayah yang kondusif dan tidak terpengaruh dengan situasi wilayah Jakarta.

"Sekarang bulan Ramadan, mari kita sama-sama memperbanyak amalan. Muhammadiyah melaksanakan itikaf di Masjid Al Furqon dan Masjid Agung, masyarakat bisa bergabung di sana," kata Agusmandar.

Dikatakan Agusmandar, Ramadan dan perayaan Idul Fitri menjadi momentum bagi semua kalangan masyarakat untuk menjaga ukhuwah Islamiyah dan persatuan nasional dengan berbagai dinamika politik.***