PEKANBARU, GORIAU.COM - Menurut perhitungan keuangan negara, Riau merupakan salah satu negeri kaya raya di Indonesia. Penghasil devisi untuk Indonesia ini pun dapat alokasi dana besar, yang kalau ditotal dari seluruh APBD provinsi, kota dan kabupaten, mencapai Rp40 triliun.

Ironisnya, uang yang banyak ternyata tak sejalan dengan kondisi jalan yang ada. Meski hanya terbebani 3030 kilometer jalan provinsi, kondisinya sangat memprihatinkan. Sekitar 2030 km jalan yang sudah diaspal kondisinya rusak parah. Selain itu masih ada 1.000 km belum beraspal. Jadi kalau dihitung-hitung, lebih banyak jalan yang rusak ketimbang yang bagus

Anggota Komisi C DPRD Riau Supriyati, Senin (6/5/2013) mengungkapkan pemerintah harus memegang komitmen untuk pembangunan jalan dan sudah harus melakukan aksi di lapangan, jangan lagi hanya politis dan basa-basi.

''Harus ada komitmen besar Pemprov untuk membangun jalan sebagai prioritas utama. Jangan hanya di visi misi tapi sudah harus tahapan pelaksanaan,'' tegas Supriati.

''Apalagi diketahui, selain masih terjadi kerusakan ruas jalan provinsi sudah teraspal itu sekitar 50 persen. Ternyata di setiap kabupaten/kota di Provinsi Riau ini masih ada ruas jalan-jalan provinsi yang belum di aspal. Sehingganya kondisi jalan belum di aspal itu terus dikeluhkan masyarakat," terangnya.

Politisi Golkar asal Kuansing ini pun mengatakan, untuk menangani kerusakanyajalan-jalan berstatus provinsi ditiap kabupaten/kota itu, Komisi C DPRD Riau telah menyepakati anggaran untuk Dinas PU Riau dalam APBDtahun 2013 mencapai Rp2,5 triliun. Namun diyakini, tidak akan bisa mengatasi kerusakan jalan.

''Karena banyaknya hutang proyek harus dibayar melalui Dinas PU Riau. Termasuk hutang multiyears, dan hutang eskalasi yang sekitar Rp500 miliar,'' terangnya seraya menegaskan untuk mengatasi hal ini diminta Dinas PU membuat kerjasama dalam paket program yang bisa memasukkan dana APBN di dalam mengatasinya. (rdi)