PEKANBARU – Awal September 2025 membawa kabar menggembirakan bagi masyarakat Riau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Damkar Riau memastikan hingga kini tidak ada hotspot maupun titik api yang terpantau di wilayah provinsi tersebut. Kondisi ini menjadi sinyal positif, mengingat Riau kerap menjadi sorotan nasional akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Meski begitu, Kepala Pelaksana BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal, mengungkapkan masih ada proses pemadaman yang berlangsung di Kabupaten Bengkalis. Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan Satgas Karhutla yang terdiri dari Manggala Agni Dumai, BKSDA Riau, BPBD kecamatan, Babinsa, Kamtibmas, hingga masyarakat peduli api (MPA).

“Proses pemadaman terus dilakukan di Bengkalis. Semua pihak bergerak bersama agar api tidak kembali meluas,” jelas Edy kepada GoRiau.com, Kamis (11/9/2025).

Selain Bengkalis, ia menambahkan kebakaran lahan yang sempat terjadi di Kabupaten Siak telah berhasil dipadamkan. Namun, tim Damkar BPBD Siak masih tetap melakukan pengawasan di lapangan. “Api sudah padam, tapi pengawasan tetap dilakukan agar tidak ada lagi sisa bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” tambahnya.

Edy menegaskan upaya Satgas Karhutla tidak hanya sebatas pemadaman, tetapi juga pengendalian dan antisipasi dini. Tim di lapangan diminta untuk selalu siaga, mengingat kondisi cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu. “Kesiagaan adalah kunci. Begitu ada indikasi, tim harus segera bergerak cepat,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar harus terus ditanamkan agar kebakaran besar yang pernah melanda Riau tidak kembali terjadi.

“Untuk saat ini kondisi terkendali. Namun Satgas Karhutla tetap bersiaga penuh di lapangan. Tujuannya jelas, agar Karhutla tidak menimbulkan kerugian luas, baik dari sisi kesehatan, lingkungan, maupun ekonomi masyarakat,” pungkas Edy Afrizal. ***