
PEKANBARU, GORIAU.COM - Gubernur Riau HM Rusli Zainal kesal. Pasalnya, kunjungan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo ke Stadion Utama Riau justru disambut dengan rumput stadion yang gondrong dan kondisi fisik bangunan tidak terawat.
"Waduh, bagaimana ini, stadion kok nggak terawat seperti ini. Rumputnya gondrong nggak dipangkas," tutur Rusli di sela-sela mendampingi Menpora Roy Suryo meninjau kondisi Stadion Utama Riau di Kompleks Universitas Riau, Kamis (7/3/2013).
Stadion Utama Riau senilai lebih Rp 900 miliar direncanakan sebagai tempat diselenggarakannya acara pembukaan dan penutupan event Islamic Solidarity Games (ISG) ke III 2013.
Selain rumput yang tampak panjang, kursi-kursi stadion megah tersebut juga kumuh serta berdebu. Bahkan, sampah-sampah tampak berserakan di halaman bagian luar dan lantai juga terlihat dilapisi dengan debu.
"Dalam waktu dekat, saya minta pihak atau instansi terkait segera membersihkan serta merawat stadion yang kita sayangi ini," kata Rusli.
Melihat kondisi stadion tidak terawat, Menpora menemui salah satu petinggi konsorsium (KSO) proyek tersebut yang juga turut hadir di kegiatan peninjauan itu. "Saya berharap, kontraktor pengerja proyek ini dapat merawat stadion ini karena akan digunakan untuk pelaksanaan ISG," ucap Roy kepada Manajer KSO Proyek Stadion Utama Riau sekaligus Kepala Cabang PT Pembangunan Perumahan, Nugroho Agung Sanyoto.
Dikesempatan itu, Nugroho menyampaikan keluhan tidak terawatnya stadion disebabkan piutang pihak Pemerintah Provinsi Riau sebesar Rp 145 miliar yang tidak kunjung dilunasi. "Kalau masalah itu, saya mendapatkan informasinya hanya karena masalah adminiastrasi saja. pasti akan diselesaikan," jawab Roy menjawab keluhan Nugroho.
Sementara Rusli menyatakan pihaknya yang akan berupaya merawat Stadion Utama. "Mengenai utang proyek ini, akan segera diselesaikan, namun baiknya KSO dapat bersabar karena banyak hal yang harus diselesaikan termasuk administrasinya," ucapnya. (ant/lpc)