TELUKKUANTAN - Sesuai dengan SK Mendagri tahun 2013 tentang batas Riau - Sumatera Barat (Sumbar), luas kawasan hutan lindung Bukit Betabuh di Kuantan Singingi (Kuansing) adalah 42.500 hektare. Dari luas ini, daerah tutupan hutan hanya tinggal sekitar 10.000 hektare, selebihnya sudah berubah menjadi kebun kelapa sawit.

Dalam menjaga kawasan ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) hanya menempatkan lima personil polisi kehutanan (Polhut). Lantas, mungkinkan kawasan hutan ini bisa dipertahankan?

Menanggapi hal ini, Kepala DLHK Riau, Makmun Murod menyatakan pihaknya senantiasa mendukung dan mengawal kebijakan Pemprov Riau dan Pemkab Kuansing untuk menjaga dan melindungi Bukit Betabuh.

"Ya, cara paling utama adalah kita berkolaborasi antara Pemprov Riau dan Pemkab Kuansing. Hutan ini bukan milik kita, tapi warisan seluruh anak cucu kita," jawab Makmun Murod saat ditanya GoRiau.com terkait strategi mempertahankan hutan lindung Bukit Betabuh, Selasa (7/12/2021) di Air Terjun Guruh Gemurai.

Dikatakan Makmun, hutan yang masih tersisa bisa dijaga dan dipertahankan dengan kerjasama antara Pemkab Kuansing dan Pemprov Riau. Apalagi, saat ini sudah ada masyarakat mitra Polhut (MMP) Dubalang Rimbo, tentunya penjagaan kawasan hutan Bukit Betabuh semakin meningkat.

"Kita membentuk MMP, karena kita kurang maksimal. Dengan MMP, kekuatan kita semakin kuat, kita hadir di hutan dan bisa menjaga hutan. Tanpa kolaborasi, hutan ini tidak bisa dijaga dengan baik. MMP dibentuk untuk menambah kekuatan," papar Makmun.

MMP Dubalang Rimbo, lanjut Makmun, menjadi model dan semoga menjadi contoh oleh kabupaten kota di Riau. Sehingga, penjagaan wilayah hutan di Riau bisa dilakukan dengan baik.

"MMP ini merupakan perpanjangan tangan Polhut. Mereka akan senantiasa memberikan informasi ke kita. Ketika ada informasi, akan kita tindak lanjuti dengan cepat," ujar Makmun.

Seiring berjalannya waktu, aktivitas ilegal logging terus berjalan di kawasan hutan lindung Bukit Betabuh. Perambahan tidak hanya dari wilayah Kuansing, tapi juga dari Kabupaten Sijunjung, Sumbar. Dari pantauan GoRiau.com beberapa waktu lalu, belasan somel berjejer di Nagari Air Amo, Kecamatan Sijunjung.

Menanggapi hal ini, Makmun menyatakan Pemprov Riau dan Pemkab Kuansing tegas terhadap aktivitas ilog. "Bahkan, Pak Bupati tadi menyatakan sudah menyiapkan alat berat untuk memutus akses ilegal logging."

"Kami sudah mendeteksi, bahwa dengan adanya patroli gabungan ilegal logging hari ini, pasti tidak akan ada yang berani masuk. Ini sudah menjadi kemenangan kita. Kita berhasil mencegah terjadinya perambahan hutan pada hari ini. Ini keberhasilan kita bersama," tutur Makmun ketika ditanya target dari kegiatan patroli gabungan ini.***