
PEKANBARU - Satuan Polisi Peraian Resor Bengkalis, Provinsi Riau, menggagalkan upaya penyelundupan 35 ton bawang merah asal Negara Malaysia. Bawang merah ini diangkut dengan kapal melewati Sei Liung, Desa Bantan Tengah, Bengkalis.
Kapal Motor (KM) Trio Sari yang mengangkut 35 ton bawang merah asal Malaysia ini langsung digiring Polisi Perairan Resor Bengkalis menuju ke dermaga. Kapal itu terendus keberadaannya, saat hendak masuk ke perairan Riau, Jumat (15/4/2016) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.
Ditenggarai bahwa kapal ini sengaja memilih waktu berlayar malam hari dengan maksud menghindari patroli polisi. Tapi apa daya, pergerakan Trio Sari akhirnya tercium saat melewati Sei Liung Desa Bantan Tengah, Bengkalis. Kapak kayu ini pun dikejar oleh Kapal Polisi-1303.
Sadar kalau upaya mereka ketahuan, nakhoda serta para Anak Buah Kapal (ABK) langsung lompat ke air dan menghilang, demi menghindari tagar idak ditangkap polisi. Setelah kapal itu dikuasai, tim patroli bergegas melakukan pemeriksaan.
"Kita dapati muatannya bawang merah, ditaksir sekitar 35 ton. Yang jelas tidak ada izin dan tidak memiliki dokumen yang sah," ungkap Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, MM, Minggu (17/4/2016) dinihari.
Puluhan ton bawang merah ini mereka selundupkan dengan cara menutupnya dengan terpal guna mengurangi kecurigaan. Setelah dibongkar, tampak lah susunan bawang merah tersebut bertumpuk di sepanjang lantai kapal.
Penyelidikan polisi, bawang merah itu diduga dibawa dari Negara Malaysia dengan tujuan Riau. Tidak diketahui sudah berapa lama aksi penyelundupan tersebut dilakukan, pasalnya sang nakhoda berhasil meloloskan diri.
"Untuk kapal dan muatannya kita bawa ke dermaga Sat Polair Polres Bengkalis sebagai barang bukti. Kita akan dalami kira-kira siapa otak dari penyelundupan ini dan ke mana bawang merah tersebut akan dikirimkan," tegasnya. ***