
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Musim kemarau ternyata tidak hanya berdampak pada Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau. Namun, juga sangat berpengaruh pada sektor pertanian di Kabupaten Siak.
"Jujur, saya galau dengan kondisi cuaca saat ini," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Siak Hj. Robiati kepada GoRiau.com, Senin (24/2/02014) di Ruang Kerjanya.
Kegalauan yang melanda Robiati dikarenakan musim tanam akan dimundurkan dari jadwalnya. Dimana, awal Maret 2014 ini para petani seharusnya sudah menanam padi. "Bahkan, benih sudah pada tahap penyemaian," katanya.
Jika dipaksanakan, lanjut Robiati, para petani akan mengalami kerugian yang besar. Sebab, sawah yang terbentang mengalami kekeringan. "Ini hanya merugikan petani kita," katanya.
"Dan jika ini dimundurkan, maka masa tanam periode kedua juga akan mundur," lanjutnya. Kalau hal itu terjadi, kata Robiati maka akan berdampak pada jumlah produksi padi pada tahun 2014.
Dikatakan Robiati, saat ini petani padi yang ada di Kabupaten Siak sangat ketergantungan sama hujan. Sebab, belum ada sistem pengairan atau irigasi. Pihaknya tengah memikirkan bagaimana mengalirkan air sungai siak ke sawah-sawah, terutama yang berada di Kecamatan Bungaraya. "Kami sedang membuat kajian itu," katanya.(san)