PEKANBARU – Komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru memperbaiki fasilitas transportasi umum kembali mendapatkan dorongan baru setelah PT Angkasa Pura II menyerahkan bantuan renovasi halte Trans Metro Pekanbaru (TMP). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada Selasa (2/12/2025) dan disaksikan oleh jajaran Pemko Pekanbaru. Bantuan ini akan difokuskan untuk memperbaiki salah satu halte yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, salah satu titik arus transportasi terpadat di kota tersebut.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar ST MARch, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap kerja sama yang terus mengalir dari berbagai pihak. Menurutnya, renovasi fasilitas publik seperti halte TMP merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda, terlebih karena halte menjadi wajah pertama transportasi umum bagi masyarakat.

GoRiau

“Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis pada hari ini. Bantuan ini akan digunakan untuk memperbaiki satu halte di Jalan Jenderal Sudirman,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dukungan PT Angkasa Pura II bukan hanya tentang ketersediaan anggaran, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap perkembangan transportasi perkotaan. Perbaikan halte bertujuan menciptakan ruang tunggu yang lebih aman, nyaman, dan menarik bagi pengguna jasa transportasi umum.
“Ada satu halte di Jalan Jenderal Sudirman yang akan diperbaiki dan dipercantik menggunakan anggaran dari PT Angkasa Pura II,” tambahnya.

Markarius menyebut bahwa belakangan ini banyak pihak mulai menunjukkan kepedulian terhadap fasilitas umum di Pekanbaru. Perhatian tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat transportasi berkelanjutan di kota ini. Ia berharap kolaborasi yang terbangun dapat mempercepat perbaikan halte-halte TMP yang sudah mengalami kerusakan maupun penurunan estetika.
“Sekarang hampir seluruh halte pemko sudah ada pihak yang berminat membantu renovasi. Kami berharap halte-halte yang sudah diperbaiki dapat dijaga bersama agar tidak dirusak dengan coretan atau mural liar. Biaya renovasi satu halte itu sangat mahal,” jelasnya.

Perbaikan halte TMP dilakukan dengan pola kerja sama yang tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemko Pekanbaru menggandeng pihak ketiga agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan. Markarius optimistis bahwa model kolaboratif ini akan mempercepat revitalisasi seluruh halte yang tersebar di berbagai titik kota.

GoRiau


“Dengan kolaborasi ini, halte-halte di seluruh Kota Pekanbaru bisa kami perbaiki tanpa harus membebani APBD,” ujarnya.

Selain mempercantik halte, renovasi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Dengan fasilitas yang lebih representatif, aman, dan terawat, diharapkan jumlah pengguna TMP meningkat sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi.

Dukungan pihak ketiga seperti PT Angkasa Pura II menunjukkan bahwa upaya membangun kota tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi memerlukan kontribusi banyak pihak. Pemko berharap langkah ini menginspirasi pelaku usaha lain untuk turut serta memperbaiki fasilitas publik. Kolaborasi ini diyakini dapat mempercepat pembenahan wajah kota serta meningkatkan kenyamanan dan mobilitas warga. (adv)