
PEKANBARU, GORIAU.COM - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau menuding pemerintahan Firdaus tidak serius dalam menangani Penyakit Masyarakat (Pekat) di Kota Pekanbaru. Hal itu terbukti dengan masih banyaknya tempat-tempat praktik maksiat.
"Masih sangat banyak tempat-tempat maksiat di Kota Bertuah ini," ujar Safrizal Hasbi, salah seorang mahasiswa UIN Suska Riau kepada GoRiau.com, Senin (7/4/2014).
Dulu, lanjut Hasbi, tujuan pemerintah untuk menutup Teleju untuk mengurangi maksiat. Ternyata, dengan ditutupnya pusat maksiat tersebut, para penjaja 'kenikmatan' bertukar tempat. "Para PSK kini menyebar kemana-mana," katanya.
"Coba kita lihat dekat terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS), menjamur warung remang-remang dengan wanitanya," lanjut Hasbi.
Tidak hanya sampai disitu, berdirinya beberapa warung 'Seks-eseks' di dekat Kampus UIN Suska Riau menjadi bukti ketidakseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru. "Walikota Pekanbaru sepertinya tutup mata dengan persoalan ini," tegasnya.
Kekesalan mahasiswa terhadap Pemerintahan Firdaus juga diluahkan oleh Ardi. Ia menganggap, warung remang-remang yang berdiri dekat gerbang UIN Suska Riau diakibatkan kelalaian Pemerintah Kota. "Pemko harus bertanggung jawab dengan kondisi ini," tegasnya.
"Jika pihak berwajib seperti Pemko tidak bertindak, maka kami dari mahasiswa yang akan membereskannya," tutup Ardi.(san)