PASIR PENYU, GORIAU.COM - Konflik antara karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP), Kebun Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), bukan hanya menelan korban masyarakat dan segenap sepeda motor dan mobil milik masyarakat, melainkan seorang wartawan juga jadi sasaran amukan karyawan perusahaan tersebut.

Tepatnya Senin (21/10/2013), sekitar pukul 11.00 wib, Tri Herianto alias Heri sedang menjalankan tugasnya sebagai wartawan meliput insiden tersebut. Setelah itu, Rombongan Wakil bupati Wabub) Inhu H.Harman Harmaini besertta FKPD Inhu meninjau lokasi bentrok tersebut dan berusaha meredakan emosi kedua bela pihak.Sehabis di lokasi bentrok, Wabup dan rombongan langsung menuju kantor perusahaan PT. TPP yang berdampingan dengan pabrik perusahaan itu. sehingga secara spontan Heri yang sehari-harinya bertugas pada Harian Berita Terkini (Better) berusaha meliput kegiatan Wabup, namun bukan berita yang didapat, malah keroyokan karyawan PT.TPP yang diterima Heri.  "Sesampai didepan pintu masuk Pabrik, saya melihat ratusan karyawan PT TPP sedang memegang kayu dan rotan yang diduga telah dipersiapkan pihak perusahaan, begitu sampai di pintu masuk salah satu karyawan PT.TPP melarang saya masuk dan meminta saya keluar, sehingga terjadi pertengkaran mulut.Melihat hal itu, salah seorang anggota Polisi yang sedang berjaga mengamankan saya, takut terjadi keributan berlanjut. Namun tiba-tiba, ketika saya bersama anggota polisi tersebut, karyawan PT TPP menyerang saya dari berbagai arah, padahal saya sudah mau pulang. Akibatnya hampir disekujur tubuh saya mengalami luka lebam karena hanbtaman kayu dan rotan seperti tangan, leher dan punggung, sebut Heri kepada GoRiau.com, Selasa (22/10/2013). Maka dari itu sebut Heri, perlakuan karyawan PT.TPP ini sudah dilaporkannya ke Polsek Lirik dan saat dimintai keterangan di Polsek Lirik, untuk ditindallanjuti secara hukum. ''dengan kejadian ini, saya harapkan pihak terkait dan institusi penegak hukum dapat menindak tegas hal ini, segala bukti yang dibutuhkan oleh polisi sudah saya serahkan, bahkan salah seorang dari pelaku sudah diketahui identitasnya,'' tandas Heri. jef)