BAGANSAPIAPI - Budaya daerah yang sudah menjadi tradisi turun temurun harus dilestarikan dan dijaga. Salah satu caranya adalah dengan mengenakan budaya tersebut pada aktifitas sehari-hari maupun pada kegiatan-kegiatan yang ada di daerah.

Salah satu budaya Melayu yang perlu dilestarikan adalah pencak silat. Dimana silat merupakan bagian dari kehidupan dan budaya Melayu sejak dahulu.

''Mulai tahun ini kita mengadakan lomba silat penganten, yang biasa dilakukan saat penyambutan dalam acara pernikahan,'' ujar Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Rokan Hilir Kawasan Bangko, Datuk Mustafa saat membuka lomba silat penganten di halaman BPKAD Jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Rohil, Riau, Sabtu (29/2/2020).

Lomba seni silat penganten kawasan Bangko meliputi kecamatan Bangko dan Peksatan namun juga diikuti utusan dari Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kubu dan Sinaboi.

''LAM kawasan Bangko baru pertama kali mengadakan lomba seni silat penganten, kedepannya akan ada juga lomba silat 21 hari, 30 hari dan lain-lain,'' ujar Datuk Mustafa sambil menyebutkan panitia menyiapkan piala bergilir dan piala tetap untuk pemenang. Insyaallah, kegiatan ini akan rutin kita laksanakan,'' tutupnya.

Sementara itu, Bupati Rohil H Suyatno mengatakan seni silat penganten ini sudah menjadi budaya dan tradisi Rokan Hilir sejak dahulu kala. Karena itu, semua pihak perlu mendukung dalam pelestariannya sehingga seni silat penganten tidak hilang begitu saja dari tanah Melayu Rokan Hilir.

''Kedepan, jangan hanya silat penganten, kalau bisa ditingkatkan seperti lomba seni tepak sirih pengaden, tarian dan lain-lain. Ini penting bagi kita semua untuk melestarikan budaya,'' tutup Suyatno.

Pada lomba yang pertama kali diadakan ini, keluar sebagai juara SMA Muhammadiyah Bagansiapiapi, sekaligus meraih piala bergilir yang akan diperebutkan pada lomba tahun depan. ***