
"Mengapa engkau ingkar janji? Bukankah engkau sudah bersumpah akan datang untuk menikahi ku?" tanya Putri Kuantani kepada Ali Gepar.
Seluruh masyarakat Koto Toluak yang ada di lapangan menjadi muno(kebingunan) melihat seekor harimau dalam perangkat berubah wujud menjadi seorang perempuan cantik. Terlebih, perempuan tersebut berbicara dengan Ali Gepar.
Nah, itulah cuplikan sinopsis dari teater yang akan ditampilkan oleh Sanggar Ngocal dan Teater Limuno pada Sabtu (18/2/2017) malam di Taman Jalur.
"Cerita ini diangkat dari sebuah legenda masyarakat Koto Telukkuantan tentang Lapangan Limuno," ujar Ketua Sanggar Ngocal, Teja Sukmana melalui Humasnya, Zul Achyar Indragiri kepada GoRiau.com, Jumat (17/2/2017) di Telukkuantan.
Nama 'Limuno', lanjut Zul Achyar, tak terlepas dari kisah perjuangan Putri Kuantani yang tak lain adalah seorang putri kerajaan Bangsa Bunian dalam memperjuangkan cintanya. Ia telah jatuh cinta dengan Ali Gepar yang nyatanya seorang manusia. Lantas, bagaimanakah akhirnya?
"Yang jelas, cerita ini akan seru. Terlebih, kita akan mengkolaborasi tari, musik dan teater. Ini penampilan perdana dalam menghidupkan pasar seni di Telukkuantan, maka kami ingin tampil maksimal," terang Zul Achyar.
Pada kesempatan ini, Sanggar Ngocal akan menampilkan kostum kreasi Takuluak Barembai. Dimana, kostum ini meraih juara I pada lomba kreasi pakaian adat tingkat Provinsi Riau beberapa waktu lalu.
"Sebelum karya Tiara Nur Tresna Hade ini dimuseumkan, kita ingin memperlihatkan kepada masyarakat, bagaimana baju Takuluak Barembai ini yang biasa dipakai 'gadih' Kuantan," ujar Zul Achyar.
Untuk itu, pria yang akan berperan sebagai penasehat Raja Bunian ini, mengajak seluruh masyarakat Kuansing menyaksikan pasar seni di Taman Jalur. Rencananya, setiap malam minggu, Taman Jalur akan dimeriahkan oleh penampilan seni budaya daerah.
"Gratis kok," tutup Zul Achyar sembari tersenyum lebar. *** #KUANSING