JAKARTA - Ronny, korban dugaan pemukulan oleh politisi PDIP, Herman Hery, menduga molornya penanganan laporannya di kepolisian tak lepas dari suhu politik Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Ronny, berkaca pada kasus Caleg Gerindra, musisi Ahmad Dhani Prasetyo yang diproses hukum atas kasus ujaran kebencian.

"Dhani divonis 1,5 tahun dan terburu-buru aparat hukum memproses kasus Dhani lainnya di Surabaya," ujar Ronny melalui keterangan tertulis, Jumat (15/02/2019).

"Di sisi lain, Herman Hery, Caleg PDIP yang saya laporkan melakukan pengeroyokan terhadap saya dan istri masih menghirup udara bebas," ujarnya membandingkan.

Ads
Padahal, kata Ronny, terlapor Herman Hery melakukan pengeroyokan di depan polisi pada tahun lalu, sampai saat ini belum terlihat gerakan signifikan dari penegak hukum kepada pihak Herman Hery.

Akibat kekerasan yang Ia terima, Ronny mengaku menderita lebam dan terluka pada bagian kepala, hidung, tangan, dan jari hingga patah.

Sementara istri Ronny, Iris-yang juga menjadi korban pada insiden kala itu, dikabarkan mengalami lebam di kaki dan rahang kanan, serta kedua lengan.

"Bolehkan ya saya jadi mempertanyakan keseriusan penegakan hukum?" tanya Ronny.

Ronny juga mempertanyakan pemberitaan media soal kasusnya yang dinilai sangat minim.

"Padahal, asas kepastian dan kesamaan di mata hukum harus menjadi landasan utama bagi Kepolisian," kata Ronny sembari menyinggung posisi Herman Hery sebagai anggota Komisi III DPR RI yang melingkupi tugas di bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.

Sekedar pengingat, Ronny melaporkan dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Ronny di jalur TransJakarta (busway), Jakarta.

Laporan masuk pada Senin, 11 Juni 2018 pukul 01.15 WIB. Laporan teregistrasi nomor LP/1076/VI/2018/RJS.

Pengeroyokan yang pelakunya diketahui adalah Herman Hery, saat itu mengendarai Rolls-Royce B 88 NTT itu terjadi di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, 10 Juni 2018 sekitar pukul 21.30-22.00 WIB.

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi saat mobil mewah tersebut terhalang oleh mobil Ronny yang sedang ditilang polisi karena menerobos jalur Transjakarta.

Pengacara Ronny, Yanuar mengatakan kliennya saat itu diperiksa polisi pada 4 Juli lalu. Istri Ronny, Iris, diperiksa pada 6 Juli 2018.

"Saat diperiksa dan ditanyakan oleh penyidik secara tegas korban (Ronny) mengatakan yang melakukan pengeroyokan adalah Herman Heri bersama-sama sopirnya."

Ronny yakin yang berada di dalam mobil mewah tersebut adalah Herman Hery setelah dia menanyakan ke komunitas mobil terkait orang yang kerap menggunakan kendaraan tersebut. "Menurut informasi memang mobil tersebut digunakan oleh Herman Hery."***