SIAK – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menurunkan tim khusus ke Kabupaten Siak menyusul ambruknya lantai dua bangunan cagar budaya Tangsi Belanda, Senin (2/2/2026). Kunjungan ini merupakan atensi langsung dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, untuk mengevaluasi kondisi bangunan bersejarah tersebut.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengonfirmasi kehadiran tim tersebut melalui Balai Kebudayaan yang membawahi wilayah Siak. Kehadiran utusan pusat ini diharapkan menjadi titik terang bagi perbaikan menyeluruh kawasan sejarah di Negeri Istana.

"Insya Allah hari ini tim utusan Kementerian Kebudayaan turun ke Siak terkait ambruknya lantai dua Tangsi Belanda," jelas Afni.

Selain meninjau Tangsi Belanda, Afni berharap tim Kemenbud juga melihat langsung kondisi tiga situs cagar budaya lainnya yang kini membutuhkan penanganan serius. Ia mendorong agar lokasi-lokasi tersebut masuk dalam skala prioritas revitalisasi nasional.

"Harapan kami, tim ini juga mengunjungi tiga titik lainnya yang menurut kami sangat penting untuk mendapat perhatian dan menjadi prioritas revitalisasi, mudah-mudahan bisa dibantu melalui APBN," tambah mantan wartawan itu.

Tiga lokasi cagar budaya tambahan yang diusulkan untuk ditinjau adalah:

* Istana Siak Asserayah Al-Hasyimiah: Berstatus museum nasional yang kini mengalami persoalan pada struktur lantai dua.

* Balai Kerapatan: Dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah.

* Makam Kota Tinggi: Membutuhkan perhatian khusus dari sisi pelestarian makam bersejarah.

Afni menjelaskan, saat ini dirinya sedang menghadiri agenda bersama Presiden Prabowo Subianto di Sentul, Jakarta. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Siak menugaskan Sekretaris Daerah untuk mendampingi tim kementerian selama di lapangan.

"Ini satu kesatuan wilayah cagar budaya di Kabupaten Siak yang perlu penanganan menyeluruh," tegasnya.

Peristiwa ambruknya lantai dua Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Insiden tersebut melukai 16 siswa SD IT Baitul Ridho Lubuk Dalam yang sedang menjalani kegiatan studi tur.

Mengenai kondisi korban, Afni memastikan sebagian besar siswa sudah mulai pulih dan diperbolehkan pulang ke rumah. Tercatat hanya satu anak yang masih menjalani perawatan intensif dengan dirujuk ke RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru. ***