
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Satu rumah milik yatim piatu dua bersaudara, Tengku Yudi Pratama (22) dan Tengku Syahril (14) warga Gang Kemiri Jalan Rintis Kelurahan Selatpanjang Selatan ludes dilalap si jago merah, Jumat (10/1/2014 dinihari. Kebakaran ini diduga disebabkan oleh api lilin yang dipasang untuk penerangan saat listrik rayon Selatpanjang mati hingga pukul 00.30 Wib.
Awal kejadian diceritakan Syahril siswa kelas III SMP N 2 Selatpanjang, ketika ditemui di lokasi kebakaran menceritakan, waktu itu listrik mati. Ia yang tinggal sendirian (abang nya sedang di luar, red) terpaksa menghidupkan sebatang lilin yang diletakkan di atas tutup cat kaleng yang terbuat dari plastik untuk penerangan dan kemudian Ia tidur.
Malang tak berbau, naas menimpa dua bersaudara yatim piatu itu. Sebelum Ia meninggalkan tidur, Ia tidak memadamkan lilin tersebut. Akibatnya, ketika lilin habis, membakar tutup cat yang terbuat dari plastik itu. Api seketika menjadi besar dan membakar di sekitarnya.
Beruntung Syahril yang awalnya sudah terlelap tidur, tiba-tiba terbagun karna merasa kepanasan. Karena kaget, Ia melarikan diri. Tidak lama kemudian warga datang membantu.
Api semakin mengganas, warga kewalahan. Sementara pihak Damkar Meranti tak kunjung tiba di lokasi meski sudah dihubungi. Warga pasrah, rumah papan yang didiami dua anak yatim piatu ini tak lagi mampu mereka selamatkan hingga rumah tersebut rata dengan tanah. Upaya masyarakat sekitar waktu itu agar api tidan merembet ke rumah sekitarnya.
Dengan kejadian ini, harta benda korban hingga Ijazah yang berada di dalam rumah tak bisa diselamatkan, diperkirakan korban rugi ratusan juta rupiah.
Dari pantauan wartawan dilapangan, pada pagi setelah kejadian, Masyarakat, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) dan Pihak Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Meranti bergantian berdatangan memberi bantuan.
Menurut Anggota DPRD Kepulauan Meranti, Ardiansyah, dengan kejadian ini diharapkan bantuan dari Pemkab Kepulauan Meranti melalui Dinas Sosial baik berupa bantuan makan, bangunan rumah dan sebagainya harus lebih mendominasi, karna bantuan darinya secara individu dan masyarakat sekitar hanya bisa seadanya.
Disamping itu, Kasi Bina Organisasi Bantuan Sosial Kepulauan Meranti, Nopendra Agung didampingi Mantan Kadis Sosial , Askandar, ditemui wartawan saat berkunjung kelokasi menyebutkan, untuk saat ini bantuan yang bisa disegerakan pihak Dinas Sosial hanyanlah sejumlah bantuan berupa makanan dan pakaian.
Sedangkan bantuan berupa bahan  bangunan rumah, Diakuinya, untuk membangun kembali Rumah yang ludes  terbakar itu, baru bisa mereka realisasikan Dinas Sosial setelah pengesahan anggaran APBD 2014.(zal)