PEKANBARU - Dr Muhammad Kapitra Ampera SH MH selaku kuasa hukum tersangka kasus dugaan Korupsi Dispenda Riau berinisial DY angkat bicara terkait ketidakhadiran kliennya dalam pemeriksaan yang dijadwalkan penyidik pada Senin (4/9/2017) siang tadi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Kapitra mengatakan, DY memang dalam kondisi sakit bahkan tengah berobat (Dirujuk, red) ke Malaka. Atas alasan ini, kuasa hukum pun meminta penyidik Pidana Khusus Kejati Riau agar menghormati hak kliennya tersebut, sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang.

"Dari awal dia (DY, red) memang sakit, ada surat keterangan dokter dan dirujuk ke Malaka. Dalam UU juga tidak boleh orang sakit diperiksa. Dalam menjalankan hukum ada aturan mainnya. Orang sakit tidak bisa diperiksa," jawab Kapitra saat dikonfirmasi GoRiau.com, Senin petang.

Ia memastikan, pihaknya juga sudah datang memberikan surat keterangan sakit tersebut ke penyidik. "Kita datang (Koordinasi), dan diganti (Jadwal pemeriksaannya, red) pada Senin tanggal 11. Itu hak seseorang dan kita ingin ini harus dihormati juga," tegas dia.

Ia juga mengungkapkan, kalau DY bukan 'hilang' begitu saja dan bukan bermaksud tidak menghargai pemanggilan tersebut. "Jadi dia (DY, red) bukan mangkir, karena anggota saya datang memberitahu, lalu dijadwalkan pemeriksaan ulang tanggal 11 hari Senin," yakinnya.

"Nanti Insha Allah saya yang anterin tanggal 11 itu. Nggak usah pakai dijemput paksa, karena tidak ada istilah jemput paksa tersebut. Dia tidak hadir bukan tanpa alasan, jangan dianggap itu sudah masuk ke pemanggilan selanjutnya, kita ada suratnya, silahkan cek saja ke Malaka," tutup Kapitra.

Surat sakit DY dari pihak Mahkota Medical Centre Malaka ini tertera keterangan bahwa yang bersangkutan tidak fit untuk melakukan tugas normalnya tertanggal 4/9/17 hingga 9/9/17, lengkap dengan paraf dan cap dokter di sana.

Sebelumnya diberitakan, Kejati Riau siang tadi memanggil dua tersangka dugaan kasus Korupsi Dispenda Riau berinisial KL dan KY. KL tampak hadir didampingi kuasa hukumnya, sementara KY berhalangan hadir (dengan surat) karena berobat ke Malaka. ***