
PEKANBARU, GORIAU.COM - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau ternyata 'membagi-bagikan' atau menghabiskan lebih kurang satu miliar setiap bulannya untuk program pembinaan atlet, baik untuk yang berprestasi hingga pelapis.
Hal ini dikarenakan, KONI Riau memberlakukan uang saku setiap bulannya kepada atlet dan pelatih. Setidaknya atlet berprestasi yang berhasil merengkuh medali emas di tingkat nasional maupun internasional standarnya diberikan sebesar Rp3 juta.
Menyusul medali perak Rp2 juta dan medali perunggu Rp1 juta. "KONI Riau menghabiskan lebih kurang satu miliar setiap bulannya untuk seluruh program yang dijalankan, termasuk yang lebih besar yang pembinaan atlet dan pelatih," kata Wakil Ketua I KONI Riau, Hasan Nusi JS.
Namun ada juga atlet yang menerima lebih dari standar tersebut, terutama kepada atlet-atlet yang berlatih di luar Provinsi Riau. Meski tidak seluruhnya, namun sebagian besar atlet yang berada di luar Riau mendapatkan uang saku yang lebih besar.
Untuk 2013 ini, KONI Riau mendapatkan anggaran atau dana hibah dari pemerintah sebesar Rp15 miliar. Lebih kurang 70 persen dari anggaran tersebut diserap oleh program pembinaan atlet dan pelatih tadi. Sementara KONI Riau juga memberlakukan uang saku untuk atlet-atlet pelapis.
Pengeluaran KONI Riau tersebut ternyata juga terpakai untuk honor seluruh pengurus dan staf yang bekerja di kepengurusan KONI Riau tersebut. Setidaknya saat ini lebih kurang 40 lebih pengurus beserta staf bertengger di tubuh KONI Riau.
Namun tentu saja besarannya jauh lebih kecil dari peraih medali emas. Para atlet dan pelatih yang menerima uang saku bulanan tersebut merupakan evaluasi yang dilakukan Kabid Binpres di akhir tahun untuk merekap data atlet Riau berprestasi dan diusulkan masuk dalam program pembinaan prestasi pada tahun berikutnya.(tri)