
RENGAT,GORIAU.COM - Setelah puluhan orang tak dikenal (OTK) memporak porandakan loket pembayaran listrik milik PT PLN di Kecamatan Seberida, kini ratusan warga didua desa di Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau yang mengamuk.
Yang mana, kantor yang berada di Kelurahan Pematang Reba, tepatnya didepan kantor Bupati Inhu itu, Rabu (20/5/2015) malam tadi jadi sasaran massa yang menuntut PLN agar tidak mematikan listrik seenaknya dan dapat mengumumkan jadwal pemadaman listrik.
Akibat amukan massa yang merupakan warga Desa Redang dan Desa Pekan Heran itu, menyebabkan kaca kantor PLN Area Rengat pecah berserakan akibat dilempari warga. Beruntung, aksi ratusan massa itu tidak berhasil diredam oleh personil Polsek Rengat Barat dan personil TNI yang datang kelokasi.
Menyikapi hal itu, Asisten Manejer Pembangkitan PLN Area Rengat Arip Supriyadi kepada wartawan menjelaskan bahwa, pemadaman listrik ini dikarenakan adanya gangguan pada 4 unit mesin pembangkit di PLTMG Lirik dan PLTD Kota Lama.
Meski demikian, PLN terus berupaya mengatasi pemadaman tersebut dengan memasang 17 unit mesin baru di PLTD Kotalama. "Kami sangat mengerti keluhan masyarakat tersebut. Dengan demikian, sebagai upaya mengatasi kondisi ini, saat ini kami tengah menggesa pemasangan 17 unit mesin baru di PLTD Kotalama. Pemasangan ini akan selesai pada akhir Mei 2015 dan pada awal bulan Juni 2015, tidak akan ada lagi pemadaman", jelas Arip.
Sebelumnya, Raja Fauzi yang merupakan perwakilan massa mengaku emosi dengan pihak PLN tersebut. Karena, kondisi listrik didaerah mereka sangat tidak parah.
"Kami sangat kesal dengan PLN Area Rengat yang mematikan listrik seenak perut mereka dan tidak beraturan serta tidak terjadwal. Bahkan, dalam sehari semalam, listrik bisa padam hingga 10 kali", sebut Fauzi yang juga ketua LPM Desa Pekan Heran itu ketus.(jef)