PEKANBARU – Capaian sektor pajak daerah di Kota Pekanbaru menunjukkan tren positif sepanjang pertengahan tahun 2026. Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru mencatat perolehan Pendapatan Asli Daerah dari sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor menyentuh angka Rp23,72 miliar terhitung Januari hingga pertengahan Juni 2026.

Realisasi ini tidak hanya melampaui target yang telah ditetapkan untuk semester pertama, tetapi juga menunjukkan peningkatan sebesar 20 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru, Tengku Denny Muharpan, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut, Kamis (18/6/2026).

"Peningkatan ini tentu kita sangat bersyukur karena sudah melebihi target, dan terjadi kenaikan sekitar 20 persen dari periode yang sama tahun lalu," jelasnya.

Menurutnya, angka pertumbuhan tersebut merupakan indikator kuat bahwa tingkat kepatuhan masyarakat dalam menunaikan kewajiban pajak kendaraan bermotor terus membaik. Tingginya kesadaran wajib pajak menjadi modal penting dalam mendongkrak pendapatan daerah yang nantinya akan digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan kota.

"Dengan meningkatnya kepatuhan wajib pajak, ini tentu mendongkrak pendapatan kita dari sektor pajak kendaraan bermotor," ujar Tengku Denny Muharpan.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, pemerintah kota tidak berpangku tangan. Berbagai upaya strategis terus dijalankan guna memastikan target penerimaan dari Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor tetap terjaga.

Strategi yang diterapkan mencakup pengawasan di lapangan melalui razia rutin yang melibatkan tim gabungan dari Dinas Perhubungan, Satuan Lalu Lintas Kepolisian, serta Badan Pendapatan Daerah Provinsi Riau. Selain aspek penegakan aturan, pemerintah juga melakukan pendekatan persuasif melalui pendataan yang melibatkan kader pemberdayaan kesejahteraan keluarga di tingkat lingkungan.

"Seperti menggelar razia bersama tim gabungan dari Dinas Perhubungan, Satlantas dan juga Bapenda Provinsi Riau. Kemudian kita juga melakukan pendataan melibatkan kader PKK," tambahnya.***