PEKANBARU, GORIAU.COM - Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) per 1 Mei yang ditetapkan PLN akan berpengaruh terhadap dinamika perekonomian. Pasalnya, spekulan akan memanfaatkan momen tersebut yang berakibat menurunnya daya beli.

"Ujung-ujungnya, rakyat juga yang sengsara," ujar Ekonom Riau, Edyanus Herman Halim kepada GoRiau.com, Jumat (2/5/2014) siang di Pekanbaru.

"Kalau tekor, seharusnya jangan dibebankan ke masyarakat dong," tambahnya.

Selain itu, kenaikan TDL akan berakibat pada inflasi 1-2 persen. Dengan adanya inflasi tersebut, lanjut Edyanus akan memancing melambungnya harga pasar. "Ini jelas ada pengaruhnya," tegas Adyanus.

Seharusnya, lanjut Edyanus, PLN melakukan efisiensi dalam operasional. Dimana, bahan-bahan bakar pembangkit jaringan tidak lagi tergantung bahan bakar solar. Namun, harus sudah menggunakan bahan bakar gas. "Program pengembangan ini tentunya didukung oleh SDM," katanya.

"Gas lebih murah dan lebih hemat dalam mengoperasikan jaringan dibanding dengan solar," lanjutnya. Untuk itu, pemerintah harus bekerja sama dengan seluruh stakeholder. Artinya, adanya integrasi antar sektor dan antar wilayah.

Menurut Edyanus, Provinsi Riau mampu menciptakan listrik yang bersumber dari gas. Sebab, kebutuhan gas ada di sekitar Riau. Terutama Provinsi Kepulauan Riau. "Orang Natuna saja, mampu menjual gas lewat pipa-pipa di bawah laut ke Singapur. Kenapa tidak kita barter saja," katanya.(san)