PEKANBARU – Anggota Komisi V DPRD Riau, Marwan Yohanis, mengingatkan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Riau untuk mengakomodir tenaga kerja lokal.

Hal tersebut dia sampaikan usai meninjau langsung kondisi tenaga kerja di Kawasan Industri Dumai (KID), beberapa hari lalu, dimana di kawasan tersebut Wilmar merupakan leadernya.

GoRiau
Berdasarkan penjelasan Wilmar, kata Politisi Gerindra, mereka memiliki 4 ribu tenaga kerja mulai dari kuli bongkar muat sampai tenaga administrasi di perkantoran. Dari 4 ribu itu hanya 3 orang yang merupakan Tenaga Kerja Asing (TKA).

"Dari data yang dipaparkan ke kita, tenaga asing mereka hanya tiga orang, dua orang dari Malaysia dan satu orang dari Singapura," kata Marwan, Jumat (3/6/2022).

GoRiau Marwan Yohanis.
Marwan Yohanis.
Tenaga-tenaga asing itu, jelas Marwan, dipekerjakan oleh Wilmar karena berkaitan dengan kontrak peralatan. Artinya, perusahaan suplier alat itu mengirimkan teknisi dari perusahannya.

"Setelah ini dipasang, dan sudah ada alih teknologi, mereka harus dipulangkan, dan semua operasional alat itu harus dikerjakan oleh tenaga lokal," ujarnya.

Marwan menyampaikan, baik Wilmar ataupun perusahaan besar lainnya di Riau harus memenuhi persyaratan dalam merekrut tenaga kerja, dengan mengutamakan orang-orang di sekitar operasional perusahaan.

"Kalau memang tak ada tenaga lokal yang mampu bekerja, baru diambil kebijakan Antar Kerja Antar Daerah (AKAD). Jangan langsung membuat lowongan ke provinsi-provinsi lain, apalagi dari negara lain. Intinya, dalam kenyamanan berinvetasi, orang-orang sekitar harus diakomodir," tambahnya. ***