
RENGAT- Anda masih ingat dengan bocah laki-laki yang ditemukan warga di Kelurahan Batu Rijal Hilir, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau yang dititipkan Dinsosnakertran (Dinas Sosial tenaga Kerja dan transmigrasi) Inhu di Panti Asuhan Ainun Jariah Air Molek, akhirnya dikembalikan pihak panti.
Pengembalian bocah 8 tahun tersebut ke Dinsosnakertran Inhu dilakukan langsung Lasriani selaku sekretaris panti. "Kami sungguh tidak sanggup mengasuh anak ini. Sebab, kelainan yang dideritanya sangat berbeda dengan anak-anak yang lain," ujarnya kepada wartawan, Senin (21/12/2015).
Adapun kelainan yang mendasar pada bocah itu sebut Lasriani, yakni kesulitan dalam berinteraksi. "Responnya untuk berinteraksi tidak ada, terlebih dia mengalami kesulitan dalam berbicara dengan normal. Dibutuhkan tenaga khusus untuk mengurus dan menjaganya," jelasnya.
Tidak itu saja, bocah malang itu juga serba tidak bisa sama sekali, baik itu untuk makan maupun untuk buang air besar dan kecil. "Dia tidak bisa apa-apa, untuk buang air, kita harus memakaikan popok, jika tidak buang air besarnya bisa berserakan," tuturnya.
Dengan demikian, jika bocah itu masih ditampung mereka, maka pihak panti akan terkendala dalam mengurus anak asuh yang lain. "Kami tidak bisa fokus merawatnya. Saya mengajar dan ibu kepala panti juga mengajar. Jika kami paksakan maka yang lain akan terkendala," tegasnya.
Ditambahkan Lasriani, panti asuhan tempat dirinya bertugas bukanlah panti untuk perawatan anak-anak yang mengalami kelainan. Maka dari itu, pihak panti mengembalikan anak tersebut ke Dinsosnakertrans Inhu untuk kemudian dicarikan yayasan lain yang memang khusus merawat anak-anak yang memiliki kelainan.
"Selama kami rawat, anak ini kami beri nama Muhammad Soleh. Selama lima hari kami rawat, Soleh sering tidur sampai jam tiga dini hari dan terkadang asik bermain sendiri, apapun yang dia sentuh dijadikannnya permainan," pungkas Lasriani sambil menunggu keputusan dari pihak dinas. Sementara Soleh lebih memilik bermain dilantai ketimbang dipangku Lasriani.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinsosnakertrans Inhu Heri Tejowaskito menyebutkan bahwa pihaknya akan mencarikan yayasan khusus untuk Soleh. "Di Inhu tidak ada panti yang khusus menampung anak-anak seperti ini, kalau ada yang tahu segera diinformasikan sama kita. Maka, jelang ada yayasan yang bisa menampung Soleh, kita minta agar panti asuhan tetap bersedia untuk merawatnya," harapnya.
Dan dirinya berjanji akan mencarikan guru yang bersedia mengasuh anak tersebut. "Sementara menunggu ada yang merawat, Soleh kita kembalikan dulu ke panti, karena tidak mungkin dia dibiarkan sendirian di kantor," ucap Heri.
Bagi warga yang mengetahui adanya yayasan untuk merawat anak-anak yang mengalami kelainan, diharapkan segera memberitahu pihak Dinsosnakertrans Inhu, sehingga Soleh akan semakin cepat mendapat perawatan khusus dari tenaga ahli.
Dan bagi pihak keluarga yang merasa kehilangan anak dengan ciri-ciri kelainan yang dideritanya, diharapkan untuk dapat menjemputnya atau menghubungi Dinsosnakertran Inhu, pungkasnya.***