PEKANBARU – Ratusan karyawan Koperasi Produsen Air Kehidupan (KPAK) menggelar aksi damai dengan mengepung Menara BRI Pekanbaru, Selasa (20/5/2025). Massa mendirikan tenda di depan gerbang gedung dan menjejerkan sejumlah truk di sepanjang pintu masuk, menyebabkan kemacetan dari Jalan Arifin Ahmad hingga Jalan Jenderal Sudirman.

Manajer Legal Hubungan Antar Lembaga KPAK, Mangaratua Samosir, menyebut aksi ini sebagai bentuk protes atas pemblokiran rekening KPAK oleh pihak BRI yang berdampak langsung pada operasional dan penggajian karyawan.

"Rekening kami diblokir BRI, sehingga karyawan tidak bisa gajian dan operasional koperasi kami tidak bisa berjalan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pemblokiran tersebut menyebabkan keterlambatan pembayaran gaji hingga tiga bulan. Pihaknya bahkan harus mencari pinjaman demi memenuhi kewajiban kepada karyawan.

"Sudah 3 bulan karyawan kami tak gajian. Kalaupun kami membayar, tersendat-sendat, karena kami harus mencari pinjaman dulu. Setelah itu, bingung lagi mencari uangnya dari mana," jelasnya.

Mediasi antara pihak KPAK dan BRI berlangsung selama empat jam, sejak pukul 10.00 hingga 13.00. Hasilnya, kedua belah pihak menyepakati bahwa rekening yang diblokir akan segera dibuka.

"Tadi sudah ada kesepakatan bersama, blokirnya akan dibuka, dan transfernya akan berjalan kembali. Kami akan memenuhi sedikit perubahan spesimen. Semoga setelah ini akan lancar seperti semula," pungkasnya. ***