
PEKANBARU – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mulai menunjukkan hasil. Titik panas atau hotspot tercatat menurun drastis dalam beberapa hari terakhir. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada, terutama terhadap bara api yang tersembunyi di dalam lapisan gambut.
Kepala BPBD Riau, M. Edy Afrizal, menyampaikan kondisi terkini dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Sabtu (26/7/2025) sore. Ia mengatakan bahwa bantuan peralatan sudah dikirimkan ke empat kabupaten prioritas, yakni Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kota Dumai, dan Bengkalis. Peralatan tersebut disalurkan melalui BPBD, Polres, dan Kodim setempat untuk memperkuat operasi pemadaman di lapangan.
“Sebagian bantuan masih dalam perjalanan. Mudah-mudahan ini bisa membantu kawan-kawan untuk beroperasi di lapangan,” ujarnya.
Edy juga melaporkan perkembangan positif dari pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hingga hari ini, tim OMC telah melakukan 25 sortie atau penerbangan penyemaian awan dengan total 21 ton garam yang disebarkan di udara. Hasilnya, sejumlah wilayah yang semula kering kini mulai diguyur hujan.
“Alhamdulillah, beberapa kabupaten hasil pemantauan kami sudah terjadi hujan. Ini sangat membantu tim di lapangan untuk pemadaman dan pendinginan,” ucapnya.
Berdasarkan pantauan citra satelit dari BMKG, sebaran asap di Riau juga tidak lagi terdeteksi secara signifikan. Namun demikian, Edy menekankan bahwa ini bukan alasan untuk lengah.
“Karakter lahan gambut itu khas, bisa terlihat padam di permukaan, tapi di bawahnya masih menyimpan bara. Kalau tidak kita padamkan total, bara ini bisa hidup lagi, apalagi dengan tiupan angin kencang seperti di Rokan Hilir,” paparnya.
Berdasarkan data terbaru, jumlah *hotspot* di Riau hari ini tercatat 56 titik. Konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Rokan Hilir dengan 26 titik. Sementara itu, Pelalawan dan Indragiri Hulu masing-masing mencatat tujuh titik.
Siak terpantau memiliki lima titik, disusul Kuantan Singingi dan Indragiri Hilir masing-masing tiga titik. Kampar mencatat dua titik, dan Bengkalis, Dumai, serta Pekanbaru masing-masing satu titik.
Pemerintah Provinsi Riau bersama BPBD, TNI-Polri, dan Satgas Karhutla berkomitmen melanjutkan upaya pemadaman secara menyeluruh, termasuk melalui teknik pembasahan dan pendinginan lahan yang rawan terbakar ulang.
“Selama bara belum padam sempurna, kita tidak boleh meninggalkan lokasi. Ini perjuangan kolektif yang harus kita tuntaskan bersama,” tutup Edy. ***