JAKARTA - Ketua Presidium Ind. Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkap konstelasi bursa calon kapolri (kepala Polisi RI). Nama kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Fadil Imran disebut sebagai salah satu sosok yang potensial.

"Fadil disebut-sebut masuk dalam bursa pencalonan kapolri," kata Neta, Sabtu (5/12/2020).

Jika mulus, maka perlu ada kenaikan pangkat Fadil dari bintang dua menjadi bintang tiga. Karena sebagaimana diketahui, "salah satu syarat untuk masuk dalam bursa calon Kapolri, Fadil harus menjadi bintang tiga dengan pangkat Komjen,".

Yang menjadi tugas berat Fadil, kata Neta, adalah menuntaskan kasus-kasus yang diduga melibatkan HRS.

Namun, lanjut Neta, "Dengan pengalamannya selama ini dan kapabilitas yang mumpuni, IPW berkeyakinan Fadil mampu menuntaskannya,".

Di sisi lain, kata Neta, pengisian posisi kepala BNN (badan Narkotika Nasional) juga memiliki dinamika paralel. Belum ada pergantian kepala BNN meski Komjen Heru telah pensiun sejak 1 Desember 2020.

"Apakah hal ini akan membuat Fadil terpilih menjadi Kepala BNN?" ujar Neta.

Tapi selain Fadil, posisi kepala BNN juga sangat mungkin diisi oleh beberapa sosok lain, di antara yang disebut Neta adalah kapolda Riau Irjen. Pol. Agung Setya Imam Effendi, kabaintelkam Komjen Ricko dan Irjen. Petrus Golose.

"Jika yang terpilih Petrus Golose menjadi kepala BNN, berarti peluang para jenderal bintang dua untuk masuk dalam bursa calon kapolri pun tertutup. Artinya bursa calon kapolri hanya akan diisi para jenderal bintang tiga polri," kata Neta.***