PEKANBARU - Puluhan massa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Kammi) Pekanbaru, Riau, menggelar unjuk rasa damai di depan Gerbang Kantor Gubernur Riau, Jumat (20/5/2016) siang. Demontrasi tersebut adalah aksi serentak nasional dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada hari ini.

Pada unjuk rasa itu, mahasiswa mendeklarikan delapan poin sebagai manifesti reformasi, antara lain menolak politik Oligarki, Kartel Kekuasaan dan segala bentuk persekongkolan politik yang merusak tatanan demokrasi Indonesia. Kemudian menolak ekonomi kapitalistik yang hanya berfokus pada pertumbuhan tanpa mewujudkan pemerataan dan keadilan ekonomi.

Poin berikutnya, lawan praktek penegakkan hukum yang tebang pilih, menjadi alat sandera politik dan tumpul pada penguasa. "Kita juga minta agar usut tuntas kejahatan koorporasi dan perseorangan yang merugikan kepentingan ekonomi nasional," teriak koordinator lapangan, Hendro melalui pengeras suara, Jumat siang.

Di bawah terik matahari siang yang menyengat, massa aksi juga mendeklarasikan terkait perlawanan dari segala bentuk liberalisasi sektor pangan dan energi, untuk melindungi hajat hidup rakyat Indonesia. "Kami juga minta agar distribusi kepemilikan tanah dan kekayaan Indonesia diberikan merata kepada rakyat, bukan segelintir orang," sambungnya.

Berikutnya, pengunjuk rasa juga menyatakan penolakan terhadap segala bentuk hegemoni budaya yang merusak kepribadian bangsa dan nilai-nilai Pancasila. "Bangun solidaritas dan konsolidasi nasional dalam meluruskan jalan reformasi demi mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia," tukasnya.

Selain berorasi, massa juga menggantungkan berbagai spanduk tuntutan di gerbang Kantor Gubernur Riau. Aksi itu juga dikawal oleh aparat kepolisian. Setelah mendeklarasikan delapan tuntutan ini, massa pun melakukan longmarch menuju Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru. Unjuk rasa itu juga berjalan kondusif. ***