TELUKKUANTAN - Kajari Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Hadiman, SH, MH memastikan bahwa penanganan perkara pembakaran ekskavator PT Surya Agung Jaya di areal PT Duta Palma Nusantara (DPN) sudah sesuai SOP.

Hal itu disampaikan Hadiman menanggapi beredarnya foto Kasi Pidum Samsul Sitinjak, SH dengan Muhammad Febriansyah selaku legal PT DPN.

"Selaku Kajari, kewajiban saya mengontrol setiap perkara yang masuk ke meja saya. Saya pastikan tidak ada permainan dalam perkara ini," ujar Hadiman, Jumat (18/9/2020) di Telukkuantan.

Dikatakan Hadiman, dalam perkara ini yang menjadi korban adalah PT Surya Agung Jaya bukan PT DPN. Perusahaan tersebut mengalami kerugian mencapai satu miliar.

"Lima terdakwa pembakaran kita tuntut 4 tahun penjara, itu sepadan dengan kerugian yang dialami korban. Apalagi, sampai hari ini tidak ada perdamaian antara keduabelah pihak," terang Hadiman.

Terkait pertemuan antara Kasi Pidum dan legal PT DPN yang fotonya beredar di media sosial, Hadiman enggan berkomentar. "Sudah dijawab dan sudah diklarifikasi sama Kasi Pidum."

"Yang jelas, saya pastikan bahwa tidak ada permainan dalam penanganan perkara pembakaran alat berat milik PT Surya Agung Jaya," kata Hadiman.

GoRiau Kasi Pidum Kejari Kuansing Sam
Kasi Pidum Kejari Kuansing Samsul Sitinjak, SH.

Sebelumnya, Kasi Pidum Samsul Sitinjak menyatakan pertemuan dirinya dengan legal PT Duta Palma Nusantara tidak membahas perkara apa pun.

"Itu foto lama. Kebetulan satu itu teman saya. Disangkut-sangkutkan dengan perkara," ujar Samsul. Samsul akan mempertanggungjawabkan foto yang beredar tersebut kepada pimpinannya.

Terkait perkara yang ditangani antara Kades Siberakun Karnadi dkk dengan PT Surya Agung Jaya, Samsul menyatakan sudah sesuai SOP.

"Mereka dituntut hukuman 4 tahun penjara. Lima terdakwa dijerat pasal 170 KUHP dengan hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan," ujar Samsul.

Samsul menilai tuntutan itu sepadan dengan kerugian yang dialami korban, yakni satu miliar lebih. Apalagi, antara keduabelah pihak tak pernah berdamai.

Sementara itu, Mujahid Law Office yang menjadi kuasa hukum lima terdakwa akan melaporkan Jaksa Samsul ke Jamwas Kejagung. Jaksa Samsul dilaporkan telah melanggar kode etik.

"Kami menilai, Jaksa Samsul telah melanggar kode etik. Dia bertemu dengan pihak yang sedang berperkara di sebuah hotel di Pekanbaru," ujar Irfan, SH dari Mujahid Law Office.

GoRiau Ekskavator PT Surya Agung Jaya
Ekskavator PT Surya Agung Jaya yang diamuk warga di PT Duta Palma Nusantara pada awal Mei 2020.

Untuk diketahui, perkara pembakaran ekskavator milik PT Surya Agung Jaya bermula ketika warga Siberakun keberatan dengan PT Duta Palma Nusantara membuat parit gajah. Sebab, parit tersebut memutus akses masyarakat ke kebun.

Beberapa kali aksi protes dilakukan warga. Namun, perusahaan Darmex Agro tersebut tetap menggali parit yang dikerjakan oleh PT Surya Agung Jaya.

Hingga pada 5 Mei 2020. Puluhan warga Siberakun mendatangi kantor PT Duta Palma Nusantara. Mereka ingin bertemu dengan pimpinan perusahaan tersebut. Namun, tidak ada satu pun petinggi Duta Palma yang datang.

Kesal karena tak diterima, warga memilih untuk pulang. Dalam perjalanan pulang, mereka melihat ekskavator terpakir di areal perkantoran PT Duta Palma. Alat berat tersebut yang melakukan pekerjaan penggalian parit gajah.

Secara spontan, warga langsung melakukan pengrusakan dengan cara membakar.

Beberapa hari kemudian, polisi menangkap lima orang yang diduga terlibat pembakaran tersebut. Salah satunya adalah Karnadi, Kepala Desa Siberakun.

Hingga kini, perkara tersebut sedang menjalani proses persidangan di PN Telukkuantan. Pada 15 September 2020, JPU menuntut lima terdakwa dengan hukuman 4 tahun penjara.***