
SELATPANJANG – Tidak semua pengabdian tercatat dalam laporan resmi. Sebagian berjalan dalam senyap, namun dampaknya panjang dan dirasakan hingga kini. Sosok itulah yang tercermin saat Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menerima silaturahmi dan anjangsana jajaran Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polres Kepulauan Meranti, Senin (5/1/2026), dalam rangka Hari Jadi Fungsi Intelijen Polri ke-80.
Bagi jajaran Sat Intelkam, pertemuan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bentuk penghormatan kepada seorang senior intelijen yang telah lama menapaki jalan sunyi pengabdian. Asmar dikenal sebagai figur yang pernah merasakan langsung dinamika tugas intelijen yang bekerja tanpa sorotan, membaca situasi dalam senyap, dan memastikan stabilitas tetap terjaga.
Dalam suasana penuh keakraban dan rasa hormat, jajaran Sat Intelkam menyerahkan cenderamata kepada Asmar. Sebuah simbol sederhana, namun sarat makna pengakuan atas jejak panjang pengabdian seorang perwira intelijen yang kini mengemban amanah sebagai kepala daerah.
Asmar menyambut hangat silaturahmi tersebut dan menegaskan bahwa kekuatan intelijen tidak hanya terletak pada kemampuan teknis, tetapi juga pada soliditas, disiplin, dan integritas moral. Ia menyebut fungsi intelijen sebagai mata dan telinga pimpinan, yang perannya krusial dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
"Saya juga pernah bertugas di fungsi intelijen. Jalankan tugas sesuai peran masing-masing, jaga soliditas, dan terus kembangkan fungsi intelijen, termasuk intelijen dasar, untuk mendukung tugas kepolisian dan pemerintahan," ujar Asmar, menyampaikan pesan yang lahir dari pengalaman lapangan.
Sebagai senior, Asmar menekankan pentingnya menjunjung profesionalisme di tengah tantangan keamanan yang kian kompleks. Menurutnya, intelijen harus mampu membaca tanda-tanda sejak dini dan bekerja dengan penuh kehati-hatian, demi kepentingan masyarakat dan negara.
Kasat Intelkam Polres Kepulauan Meranti, Iptu Roly Irvan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa silaturahmi ini menjadi sarana penting untuk menyerap nilai-nilai pengabdian dari para senior intelijen.
"Kami ingin belajar langsung dari pengalaman para senior. Nilai-nilai keteladanan, loyalitas, dan kepekaan intelijen itulah yang ingin kami warisi agar personel semakin matang dan profesional," ungkapnya.
Menutup pertemuan, Asmar menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap fungsi intelijen Polri di usia ke-80 semakin kuat dan solid. Baginya, regenerasi intelijen bukan sekadar pergantian personel, tetapi pewarisan nilai, etika, dan semangat pengabdian yang tak lekang oleh waktu.
Di usia 80 tahun fungsi intelijen Polri, sosok seperti AKBP (Purn) H. Asmar menjadi pengingat bahwa pengabdian seorang intelijen mungkin tak selalu terlihat, namun jejaknya terus hidup dalam stabilitas yang terjaga dan generasi yang meneruskan. ***