
PEKANBARU, GORIAU.COM - Akibat kabut asap, Jarak pandang hanya 500 meter terhitung sejak pukul 05.00 Wib, membuat aktifitas bandara Sultan Syarif Kasim II lumpuh. Belum ada pesawat yang melakukan penerbangan maupun pendaratan, Sabtu (26/9/2015).
Informasi yang dirangkum GoRiau.com, setidaknya ada 71 titik api di Sumatera, yang terpantau oleh satelit Tera dan Aqua. Kabut asap tebal kembali menyelimuti Riau.
Sementara itu, Airport Duty Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Hasnan Siregar mengatakan, jarak pandang hari ini terhitung sejak pagi hari, cenderung berubah-rubah.
"Jarak pandang cenderung berubah-ubah, pukul 05.00 Wib, sekitar 500 meter, kemudian pukul 06.00 Wib naik 800 meter, pukul 07.00 Wib, lumayan baik hingga 1.000 meter, tapi pada pukul 09.00 Wib, kembali turun 500 meter. Jarak pandang ini dibawah ambang batas penerbangan," tukasnya.
Sementara itu para penumpang yang akan menuju Jakarta, walaupun kecewa, terpaksa harus putar arah dan membatalkan keberangkatan.
Salah satunya adalah Mayor Akhyar Marpaung, Komandan Marinir asal Ujungbatu Rokan Hulu ini berencana berangkat menuju Cilandak, namun harus kecewa karena jadwal penerbangan ditunda.
"Seharusnya saya berangkat pagi ini ke Jakarta, tapi terpaksa putar balik ke Ujungbatu mas, masih menunggu informasi besok," ungkap Akhyar.
Ditempat terpisah, Kepala BMKG stasiun Pekanbaru Sugarin menjelaskan, bahwa titik panas terpantau ada empat wilayah di Sumatera.
"Sumatera Selatan masih menjadi daerah penyumbang titik panas terbanyak yang mencapai 55 titik, disusul Lampung 12 titik, Bangka Belitung 3 titik, dan Sumatera Utara 1 titik," tutur Sugarin.
Sugarin juga menjelaskan bahwa untuk Provinsi Riau, hari ini ada peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir dan angin kencang pada malam hari.
"Peluang hujan diwilayah Riau bagian tengah, utara, timur, dan barat namun tidak merata, dengan temperatur maksimum 31,0-34,0 derajat Celsius," tuturnya.(dnl)