
PEKANBARU – Selain menggelar Run Karhutla, Pemerintah Provinsi Riau juga akan menyelenggarakan Jambore Karhutla yang dijadwalkan berlangsung pada 18–20 April 2025. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya masif untuk membangun kesadaran kolektif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bumi Lancang Kuning.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, Erisman Yahya, menyebut kegiatan ini akan melibatkan sekitar 1.500 peserta dari berbagai latar belakang—mulai dari organisasi pemuda, pelajar, mahasiswa, komunitas pecinta alam, Pramuka, hingga penggiat lingkungan.
"Pesertanya berasal dari penggiat lingkungan, Mapala, Pramuka, dan berbagai komunitas lainnya yang peduli terhadap lingkungan," kata Erisman kepada Goriau.com, Selasa (8/4/2025).
Jambore Karhutla tak hanya menjadi ajang edukatif, tapi juga simbol keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan. Lebih istimewa, Menteri Kehutanan dijadwalkan hadir dalam pembukaan acara sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap gerakan kolaboratif pencegahan karhutla di Riau.
"Kegiatan ini mencerminkan peran aktif pemerintah dalam merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan dan organisasi lingkungan," terangnya.
Menurut Erisman, kesadaran kolektif dan sinergi lintas sektor menjadi faktor kunci keberhasilan Riau menekan luas kebakaran hutan dan lahan sepanjang tahun ini. Ia menilai partisipasi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah menjadi kekuatan besar dalam menghadapi musim kemarau.
"Harapan kami, dengan adanya jambore ini, semangat kolaborasi dalam menjaga lingkungan bisa terus ditumbuhkan—terutama di kalangan generasi muda," tutupnya.
Jambore Karhutla menjadi penanda bahwa pencegahan karhutla bukan hanya tugas aparat, tapi gerakan bersama yang dimulai dari kesadaran paling dasar: menjaga alam adalah menjaga masa depan. ***