
BAGANSIAPIAPI – Kondisi jalan lintas Sinaboi-Bagansiapiapi di Kecamatan Sinaboi saat ini mengalami kerusakan yang sangat memprihatinkan. Sepanjang jalan lintas tersebut dipenuhi lubang besar yang menyerupai kubangan kerbau, bahkan sering tergenang air saat hujan turun.
Kerusakan infrastruktur ini menjadi keluhan utama masyarakat setempat, terutama bagi para ASN seperti guru, pegawai kecamatan, serta tenaga medis Puskesmas yang setiap hari melintasi jalur tersebut dari Bagansiapiapi. Menanggapi situasi ini, Bupati Rokan Hilir, Bistamam, mengambil langkah cepat dengan mendatangi Pemerintah Provinsi Riau.
Didampingi Kepala Dinas PUTR Rokan Hilir, Bistamam bertandang ke Kantor Dinas PUPR Riau untuk mencari solusi perbaikan, Selasa (3/2/2026). Di hadapan Plt Kepala Dinas PUPR Riau, Zulfahmi, ia menyampaikan harapan masyarakat agar akses jalan lintas Sinaboi-Bagansiapiapi segera diperbaiki demi kelancaran ekonomi dan mobilitas warga.
"Intinya aspirasi, keluhan, harapan masyarakat Rokan Hilir, seperti kondisi jalan lintas Sinaboi yang rusak kami koordinasikan ke PUPR Provinsi, insyaallah diperbaiki," ujar Bistamam.
Pihak Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik koordinasi tersebut. Plt Kepala Dinas PUPR Riau, Zulfahmi, menyatakan kesiapannya untuk segera menindaklanjuti temuan dan permohonan dari pimpinan daerah Rokan Hilir tersebut.
"PUPR Riau merespon positif, UPT PUPR Wilayah II siap memperbaiki jalan tersebut," ucap Zulfahmi.
Di sisi lain, warga Sinaboi menilai kerusakan jalan dipicu oleh maraknya kendaraan bertonase besar yang melintas. Rusdi (37), salah seorang warga, menyebutkan bahwa banyak gorong-gorong yang amblas karena tidak kuat menahan beban truk yang melebihi kapasitas.
"Gorong-gorong jalan sering amblas akibat kendaraan yang melintas melebihi tonase. Begitu juga dengan aspal jalan, bagus sebentar lalu rusak dan berlubang lagi," ungkap Rusdi.
Pantauan di lapangan menunjukkan setiap hari truk bermuatan Tandan Buah Segar (TBS) sawit dengan muatan berlebih bebas keluar masuk di jalur tersebut. Tak jarang, penumpukan TBS di tepi jalan juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, terlebih pada malam hari karena minimnya sarana penerangan jalan. ***