SIAK - Ruas jalan Provinsi Riau dari Simpang Beringin ke Maredan hingga Simpang Buatan KM 11 di wilayah Kabupaten Siak itu rusak parah. Mirisnya hingga H-2 lebaran Idul Fitri 1441 H/2020 M jalan satu-satunya penghubung Pekanbaru dengan 3 Kabupaten lainnya di Riau itu tak kunjung diperbaiki.

Kepala Dinas PU Tarukim Siak Irving Kahar Arifin menyebutkan, kerusakan jalan provinsi Riau, penghubung Pekanbaru dengan 3 kabupaten yakni Siak, Kepulauan Meranti dan Bengkalis sudah pernah disampaikan dengan Dinas PUPR Tarukimtan Provinsi Riau melalui surat.

"Satlantas Polres Siak mengirimkan surat ke pihak kita pada 28 Februari 2020. Surat itu ditindaklanjuti dengan melayangkan surat ke Pemprov Riau, pada 23 Maret 2020. Surat nomor: 600/PU Tarukim/III/2020/149 perihal kondisi ruas jalan provinsi di kecamatan Koto Gasib rusak parah," kata Irving Kahar, Kamis (28/5/2020).

Dalam surat yang dilayangkan itu, Irving menyebutkan kondisi jalan mulai dari yang berlobang, bergelombang, hingga mengancam keselamatan pengendara yang melintasi jalan tersebut.

"Sayangnya, surat yang kita sampaikan jauh sebelum ramadan tapi kini jalan semakin rusak parah. Karena jalan ini sangat penting, kami berharap dinas PUPR provinsi Riau segera menangani ruas jalan tersebut," ujar Irving lagi.

Lebih lanjut Irving mengatakan, sesuai arahan menteri PUPR dalam masa Covid19 ini, prioritas penanganan infrastruktur jalan adalah program penanganan pemeliharaan atau preservasi.

"Mengingat infrastruktur jalan merupakan urat nadi transportasi angkutan logistik yang tidak boleh terganggu, guna pemenuhan di masa PSBB ini. Apalagi ruas jalan tersebut menghubungkan 3 kabupaten yang juga sebagian pulau terluar," kata Irving.

Sementara Gubri Syamsuar sudah menetapkan 5 kabupaten sebagai kawasan zona merah Covid 19 dan harus diberlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB). "Kok dinas PUPR Provinsi Riau tidak mendukung? Ini yang jadi pertanyaan kita di Siak," kata dia.

Menurut dia, semestinya apa yang dicita-citakan Gubri Syamsuar sewaktu menjabat bupati Siak dengan mempersiapkan Tim Reaksi Cepat (TRC) penangangan jalan harus dilakasanakan oleh PUPR Riau. Apalagi program TRC Dinas PU Siak semasa Syamsuar jadi bupati Siak masuk top 99 inovasi di Indonesia.

"Karena ini menyangkut visi misi beliau sewaktu mencalon jadi gubernur dulu, apa lagi kabupaten Siak yang notabene kampung beliau juga, asal beliau juga," kata Irving sambil tersenyum.

Ia berharap, paling tidak jalan itu ditangani dulu sehingga fungsional dan jalan terjaga. Masyarakat Siak sangat berharap banyak kepada Dinas PUPR Provinsi Riau.

Sementara pada surat Satlantas Polres Siak ke PU Tarukim Siak menekankan, kondisi jalan lintas Perawang-Buton di pangkal jembatan Puing Koto Gasib, dalam keadaan rusak bergelombang. Dimungkinkan jalan itu sulit digunakan terlebih saat musim hujan.adv