
PEKANBARU- Perhimpunan Pengusaha Migas Energi Baru dan Terbarukan Nusantara (Permigastara) meminta dukungan kepada Bupati Bengkalis, Kasmarni, untuk mendukung peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Riau dalam bisnis perminyakan.
Sekretaris Dewan Pembina Permigastara, Irwan Nasir, mengatakan, pihaknya berencana membangun training center Migas di Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis.
Pemilihan Duri sebagai lokasi pelatihan Migas, menurut Irwan, bukan tanpa pertimbangan. Pihaknya menyebut, hal ini merupakan bentuk 'hadiah' yang harus diterima Duri selama ini.
"Bagaimanapun, icon minyak di Riau itu adalah Duri. Bayangkan berapa milyar barel minyak yang sudah diambil dari Duri, apa yang diterima Duri selama ini? Belum ada apresiasi dari negara untuk Duri. Tak fair," katanya didampingi Ketua Permigastara, Peri Akri, Jumat (5/11/2021) .
Duri, lanjutnya, selama ini hampir bisa dikatakan tidak mendapatkan apa-apa dari Blok Rokan. Buktinya, ketika diakhir masa-masa konsesi Chevron di Blok Rokan, Duri seperti tidak bertuan karena mulai ditinggalkan.
"Jadi, kita berharap, kalaupun minyak di Duri itu sudah tidak bisa dieksploitasi lagi, minimal Duri bisa menjadi tempat lahirnya orang-orang yang ahli minyak," terangnya.
Lebih jauh, Irwan menyebut, pihaknya bisa saja mengusulkan lokasi pelatihan ini ke tempat lain, salah satunya Dumai, dimana Dumai merupakan daerah yang menjadi sektor pengolahan minyak.
"Makanya, kita sangat menantikan sikap kooperatif dari Bupati Bengkalis supaya program ini bisa terwujud," tutupnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Perkumpulan Pengusaha Migas Energi Baru dan Terbarukan Nusantara (Permigastara) Peri Akri dalam Konferensi Pers Peran serta Permigastara di bidang Migas, energi baru terbarukan dan jasa penunjang yang digelar di Pekanbaru, Selasa (2/11/2021).
"Kami dari DPN Permigastara ingin menyampaikan bahwa Riau hari ini masih menjadi prioritas utama dengan Blok Rokan-nya. Bahwa tugas berat negara untuk menaikkan level produksi migas di Riau itu luar biasa. Yang hari ini kurang lebih 150 ribu barel perhari di Blok Rokan. Sekian tahun kedepan diharapkan sampai 1 juta barel. Inikan suatu upaya yang super," ujar Peri Akri didampingi Sekjen Permigastara Jhon Pieter S, Selasa (2/11/2021).
Dikatakan Peri Akri, dengan kehadiran Permigastara yang memiliki aset berupa akses, baik teman-teman yang di Senayan maupun teman-teman yang ada di lingkar kekuasaan, pihaknya akan mencoba melakukan lobi-lobi kepada mereka untuk memberikan masukan.
"Kami sampaikan bahwa Permigastara berkeinginan berupaya menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan kawan-kawan di legislatif. Teman-teman ini kita coba beri masukan, agar timbul sebuah impact. Dan jika ini disebut sebuah politik ekonomi saya pikir ini tak ada masalah. Bahwa memang diperlukan lobi-lobi untuk Riau," jelasnya.
Lanjut Peri, pihaknya di level atas secara nasional ingin menyampaikan Riau masih layak diberikan prioritas kedepan. Terkait dengan bagaimana training center migas itu ada di Riau.
"Tolong digarisbawahi kita bukan minta untuk memindahkan Cepu ke Riau, tapi bagaimana sebagian dari agenda itu untuk Sumatera bolehlah di Riau untuk menjadi fokusnya," ujar Peri Akri.
"Dan melalui Sekjen, mewakili kita semua telah berbicara dengan training centernya Cepu dan Pertamina training Center," imbuhnya.
Dalam waktu dekat, lanjut Peri pihaknya juga akan segera mempublish wujud nyata dari kerjasama itu.***