JAKARTA - Dalam waktu dekat, PAN Riau akan segera menyusun Pengurus baru.

Sebagaimana diketahui, masa jabatan pengurus DPW PAN Riau periode 2015 - 2020 telah berakhir pada Juni 2020 dan telah menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pada 27 Desember 2020 lalu.

Dalam Muswil tersebut telah diputuskan nama Bupati Siak, Alfedri menjadi Ketua DPW PAN Riau sekaligus sebagai formatur tunggal.

Dalam menentukan susunan Pengurus DPW PAN Riau, Alfedri juga dibantu formatur pembantu, yakni Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Novrizal, Komprensi dari perwakilan perempuan, Sahidin, Zulmizan dan Indra Yudi.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PAN, Irvan Herman mengatakan dalam penyusunan pengurus DPW PAN Riau, sesuai kesepakatan mayoritas formatur, menginginkan Ketua berasal dari basis elektoral Pesisir. "Sementara untuk posisi Sekretaris harus berbasis elektoral Daratan yang mencakup wilayah Kampar, Rohul, Kuansing, Inhu, Pekanbaru dan Inhil," ujarnya kepada GoNews.co, Minggu (24/1/2021).

Selain kolaborasi wilayah daratan dan pesisir, menurut Irvan, mayoritas formatur juga menginginkan ada unsur kolaborasi antara Eksekutif dan Legislatif di pimpinan DPW PAN Riau.

"Bagi kami di DPP, hal ini merupakan strategi politik yangg baik untuk menampung aspirasi masyarakat Riau baik yang di pesisir maupun daratan. Namun yang paling Paling penting bagi kami, elite partai harus benar-benar mandiri," tandasnya.

"Jangan sampai hidup mengandalkan dari Partai. Sementara 'urusan pulsa' sendiri saja belum beres," tegasnya.

Menurut putera mantan Wali Kota Pekanbaru dua periode ini, PAN memerlukan tokoh yang memiliki energi perjuangan. "Jadi tokoh yang mampu membesarkan partai itu yang kita cari. Makanya, dalam menyusun kepengurusan partai, kami selalu memperhatikan latar belakang dan ketokohan sesuai arahan Ketum kami Bapak Zulkifli Hasan setiap perhelatan Muswil PAN se indonesia," tandasnya.

Irvan juga mengakui, ada salah satu calon Pengurus DPW PAN yang berupaya meminta bekingan dari DPP PAN. "Dalam politik tentu sah-sah saja minta bantu siapapun. Tapi ingat, kita tidak hanya butuh nama atau ketokohan tapi butuh kader yang mandiri. Calon pengurus yang kasak kusuk minta bekingan, mungkin periuk nasinya selama ini hanya mengandalkan uang partai," tegasnya.

Sebagai Tim Verifikasi POK, Irvan mengimbau agar para Formatur tetap tegak lurus sesuai aturan partai dalam menyusun dan memilihih Pengurus DPW PAN Riau.

"Jika tidak kami akan bertindak tegas. Jika ada yang bermanuver mengadu domba, siap-siap dikeluarkan dari kader Partai," pungkasnya.***