PEKANBARU, GORIAU.COM - Tanda-tanda bencana kabut asap jilid II di Riau bakal terulang kian jelas. Salah satunya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan Satelit Terra dan Aqua terakhirmendeteksi kemunculan sebanyak 261 titik panas (hotspot) di daerah ini.

"Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan sebelumnya yang masih kurang dari 200 titik," kata analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Selamet Riyadi kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis (6/2/2014). 

Ia menjelaskan, ratusan "hotspot" tersebut terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis yakni 127 titik, kemudian di Pelalawan terdeteksi sebanyak 59 titik.

Selanjutnya, demikian Selamet, di titik panas juga terdeteksi berada di Kabupaten Siak sebanyak 44 dan Indragiri Hilir ada 25 titik.

Kemudian di Kabupaten Rokan Hilir dan Indragiri Hulu masing-masing terdeteksi dua titik panas, serta terakhir di Kampar dan Kota Pekanbari masing-masing hanya satu "hotspot". "Dari 261 titik panas tersebut ada sekitar 124 titik yang diindikasi kuat sebagai peristiwa kebakaran lahan atau hutan. Jika dipersentasekan yakni mencapai 80 persen kebakaran lahan," katanya.

Selamet mengatakan, sejak 24 jam terakhir titik panas di daratan Sumatera totalnya menurut satelit Terra dan Aqua ada sebanyak 310,dan Riau merupakan penyumbang terbanyak.

Dengan kondisi demikian, menurut dia, sangat dimungkinkan pencemaran udara akibat kabut asap bertambah parah. "Terlebih kalau dilihat dari grafiknya, pertumbuhan titik panas di Riau terus saja meningkat. Bahkan hingga beberapa hari kedepan, cuaca di sejumlah kabupaten/kota masih minim hujan," katanya.

Selamet mengimbau agar masyarakat untuk menghentikan aktivitas pembakaran untuk membersihkan lahan perkebunannya. (fzr/ant)