
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pelaksanaan pelantikan 1.052 pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Pemprov Riau, Senin (23/2/15) pagi tadi, mendapat tanggapan negatif. Prosesi pelantikan bahkan dianggap paling amburadul sepanjang masa.
"Belum pernah saya melihat acara pelantikan, yang kacau-balau seperti ini," ungkap seorang pejabat Eselon II Pemprov Riau, yang minta namanya tidak disebutkan
Dia menilai, panitia seolah tidak siap untuk melakukan pelantikan pejabat dengan jumlah yang mencapai ribuan. Akibatnya, banyak pejabat yang dilantik tidak berada di ruangan saat prosesi pelantikan.
"Ruangannya tidak memadai. Tetapi pelantikan tetap juga dilaksanakan secara bersamaan. Akibatnya, banyak yang pejabat yang akan dilantik itu pulang," katanya.
Selain itu sambungnya, beberapa pejabat yang sudah hadir sejak pukul 07.00 WIB, tampak kelelahan berdiri menunggu Plt Gubri hingga pukul 10.00 WIB. Akhirnya, mereka pun terpaksa duduk di lantai gedung sambil menunggu pelantikan.
"Selama saya menjadi PNS, inilah pelantikan yang paling amburadul. Bahkan amburadul sepanjang massa berdirinya Pemprov Riau," sebutnya.
Parahnya lagi kata pejabat ini, usai pelantikan, diketahui ada puluhan pejabat Eselon III dan IV yang tidak memiliki jabatan alias non job. Hal ini sangat bertentangan dengan arahan dari Komisi ASN dan Kemendagri.
Pejabat ini sempat mencontohkan, pelantikan 1.300-an pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau di era Gubri HM Rusli Zainal, yang dinilainya sangat sukses dan tertib. Ketika itu, pelantikan dilakukan di Gedung Dang Merdu (saat ini Menara Bank Riau Kepri-red).
"Lebih banyak jumlah pejabatnya lagi, tetapi tidak kacau seperti saat ini. Seluruh pejabat yang dilantik itu, duduk di kursi di bawah tenda yang telah disediakan panitia di luar gedung. Mereka juga tidak keluyuran kemana-mana, sampai namanya dibacakan satu-persatu," tuturnya.
Hal ini berbanding terbalik, dengan pelantikan yang dipimpin Plt Gubri pagi tadi. Dari 1.052 pejabat yang akan dilantik itu, diperkirakan, hanya sekitar 300-an orang saja yang tetap bertahan menunggu prosesi pelantikan.
Selebihnya, memilih pulang atau duduk minum di warung di sekitar Gedung Daerah. Mereka umumnya tidak tahan dan kelelahan menunggu.***