
PEKANBARU- Sosok chef bertato yang satu ini tentu sudah tak asing lagi di mata masyarakat Riau khususnya dan Indonesia pada umumnya. Sederet acara memasak di televisi pernah merasakan jasanya, seperti acara Menu and Venue (Metro TV), Harmoni Alam (Trans TV), Icip Icip (Asian Food channel), Foodtastic (ANTV), Sendok Garpu (Jak TV), hingga Seleb Masak (Global TV).
Chef Haryo hadir ke Pekanbaru, dalam rangka menyemarakkan acara yang ditaja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disaparekraf) Riau, sekaligus menjadi salah satu juri dalam lomba memasak antar Ikaboga seluruh Kabupaten/Kota di Riau, pada tanggal 21-23 Desember 2015.
Chef yang satu ini adalah salah satu juru masak yang sangat cinta akan kuliner nusantara. Meskipun telah lama menjelajah Eropa dan Amerika Serikat, namun semangat cinta tanah air tidak pernah surut dalam jiwa Chef Haryo. Mungkin salah satu faktor yang mengakibatkan chef Haryo sangat cinta Indonesia adalah karena ia merupakan cucu Sumanang SH, seorang Menteri Perekonomian di Era Soekarno dan salah satu pendiri kantor berita "Antara".
Makanya begitu melihat wartawan GoRiau.com dengan semangat dia menceritakan kedekatan dirinya dengan beberapa wartawan khususnya di Jawa dan Jakarta. "Embah saya kan orang media, jadi bagi saya tak asing lagi dengan orang-orang media seperti mas," tuturnya kepada GoRiau.com, Selasa (22/12/2015) di areal Purna MTQ.
Ia juga menceritakan sosok sang kakek yang menurutnya sangat membekas erat dalam jiwanya. Dalam alam logika sekaligus filosofi nya chef Haryo ia mengungkapkan bahwa memasak adalah fondasi kemandirian suatu bangsa. "Bangsa yang mandiri adalah bangsa yang warga negaranya bisa memasak. Orang yang mandiri, pasti bisa masak," celotehnya sambil tertawa lepas.
Cita-citanya pun tak kalah unik. Pria kelahiran 8 Maret 1975 ini selalu berangan-angan agar setiap anak Indonesia setidaknya bisa memasak 3 jenis masakan Indonesia. Hal ini berangkat dari rasa prihatin chef Haryo terhadap anak muda Indonesia yang lebih menyenangi fastfood ala barat ketimbang masakan asli Indonesia.
Keinginan nya ini berangkat dari pengalam nya sendiri ketika masih menjelajah luas nya Eropa. Saat kuliah di Trisakti ia aktif dalam organisasi senat dan terkenal supel. Namun, sewaktu kuliahnya ia merupakan pribadi yang terlalu overseas minded atau punya pemikiran yang terlalu kebarat-baratan. Saat berusia 20 tahun, Haryo telah menguasai semua masakan Eropa dan sangat bangga akan hal itu.
Namun Chef Haryo sempat malu karena ia tidak bisa masak masakan Tanah Airnya sendiri Indonesia. Dari sinilah Chef Haryo memutuskan untuk tekun belajar kuliner Nusantara di tanah Eropa.
Ayah berputra satu bernama Muhammad Yoda Mahendra,  yang namanya terinspirasi tokoh bijak di film epik  starwars "Master Yoda" ini juga punya banyak hobi unik selain berkecimpung di dunia kuliner. Chef Haryo aktif dalam komunitas moge terkenal yaitu "Brotherhood". Selain itu ia juga punya selera musik cadas, ia juga mengidolakan band indie heavy metal "Seringai".
Berada di Kota Pekanbaru Chef Haryo mengaku senang dan bangg bisa berkumpul dan bertemu para ibu-ibu yang menurutnya sangat bersemangat dalam mengikuti lomba masak di Riau Food Festival 2015 ini.
"Ibu-ibunya kadang lucu, jadi suasana disini tidaklah kaku seperti di dapur retouran," ucapnya. Ketika ditanya soal masakan yang ia temui di Pekanbaru, Chef Haryo dengan cepat menjawab kalau ia suka masakan asam padeh patin ( Gulai Asam Pedas_red).
"Asam padeh apa asam podeh, pokoknya itu yang menurut saya bumbunya lengkap dan mantap banget," pungkasnya. ***