PEKANBARU, GORIAU.COM - Ribuan warga Pekanbaru seolah tak mau ketinggalan memanfaatkan moment tahunan yang digelar oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Pekanbaru yaitu pengobatan masal gratis yang dipusatkan di gedung perpustakaan Soeman HS serta jalan Cut Nyadien Pekanbaru.
Dari pantauan media ini, warga berbondong-bondong membawa keluarganya untuk cek kesehatan, konsultasi hingga mendapat pengobatan gratis.
Dari keterangan Ketua Panitia Dr. Khairul Natsir SpOG yang didampingi oleh dr. H. Corrie EP CHt koordinator sie pengabdian bahwa dalam kegiatan HUT IDI Ke-63 dan Hari Kesehatan sekaligus sempena Hari Kunjungan  Pustaka. Sedikitnya 5000-an masyarakat mendapat pelayanan kesehatan gratis dari IDI. Yang melibatkan 163 dokter umum dan 40 dokter spesialis yang siap melayani keluhan  Mata, THT, Syaraf, Penyakit Dalam, Bedah, Anak, Kandungan, Rehabititasi Medik, Jantung, serta Kulit dan lainnya.
IDI Kota Pekanbaru mengucapkan apresiasi yang besar kepada Pemerintah Provinsi Riau khususnya Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Riau yang telah memfasilitasi terselengaranya bakti sosial tersebut.
''Tahun depan akan lebih kita ditingkatkan lagi, dan kita berharap dukungan penuh dari pemerintah membantu, IDI bukan hanya sekedar memberikan tempat tapi juga kemudahan seperti tambahan obat-obatan,'' ujar Chairul sehingga dalam memberikan pelayanan kesehatan IDI tidak lagi mencari kemana-mana.
''Saat ini kita lebih banyak dibantu oleh perusahaan dan donatur yanhg secara sukarela menyediakan alat dan obat-obatan,'' paparnya lagi.
Sementara Kepala Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Riau, Chairul Riski MS MP juga turut mengucapkan apresiasi kepada IDI Kota Pekanbaru yang mana dengan terselenggaranya kegiatan pengobatan masal itu turut mendongkrak kunjungan pustaka sekaligus wadah sosialisasi kepada masyarakat menjadikan pustaka sebagai tempat wisata keluarga. ''Jika sebelumnya kunjungan kepustaka mencapai 1000 orang perhari terus meningkat sehingga fungsi pustaka sebagai media pencerdasan masyarakat dapat berjalan,'' ujarnya lagi.
Ditambahkan riski, BPAD Riau juga dalam rangka gerakan sejuta hibah buku menerima buku buku dr anggota IDI utk menambah koleksi pustaka kita yg saat ini sudah mencapai 700.000 ribu eks buku. Pustaka pada saat bakti sosial IDI buka seperti biasa ujar mantan karo humas pemprov ini.
Sekedar informasi dengan jumlah 163 dokter memberikan pelayanan gratis tercatat sebagai record MURI karena merupakan yang pertama di Indonesia.
Dalam kegaiatan itu juga digelar seminar ilmiah yang diikuti oleh 400 orang dokter dengan tema 'Emergency Update'.
Lebih jauh dikatakan Dr. Chairul, dalam pengobatan mata gratis panitia telah mendaftarkan warga yang siap diberikan pelayanan operasi katarak gratis. Nantinya bagi yang terdaftar akan diberitahukan untuk dilaksanakan operasi. Selain itu juga terdata masyarakat yang diperlukan pembedahan khsus pembedahan akan dipusatkan di RS Arifin Achmad Pekanbaru. ''Semuanya kita upayakan gratis, ini bentuk peran IDI kepada warga Pekanbaru,'' jelasnya.
Tak ketinggalan sebagai bentuk apresiasi IDI kepada  petugas kebersihan selain pelayanan kesehatan gratis IDI juga memberikan santunan sembako kepada 2000 petugas kuning. Karena menurut IDI perkerjaan mereka mengandung resiko yang besar dan layak diapresiasi.
Dilokasi ini warga juga diberikan mendapat pengetahuan tentang berbagai fasilitas kesehatan yang disediakan diseluruh rumah sakit yang ada di Pekanbaru.
Seperti program IDI ditahun 2013 ini ingin mengubah image masyarakat khususya menengah keatas yang sering memanfaatkan jasa kesehatan di rumah-rumah sakit diluar. (rls)