PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Saat ini, warga Desa Pangkalan Tampoi yang berada di Kecamatan Kerumutan menilai jika Kades mereka, Suprianto, tak bisa menjalankan amanat sebagai Kades secara maksimal. Pasalnya, sampai saat ini pasca dipilihnya Suprianto sebagai Kades Pangkalan Tampoi,berbagai program pembangunan tidak jalan di desa tersebut dan anggaran yang diperuntukkan untuk pembangunan pun tidak jelas pertanggung jawabannya.

"Kami memilih Suprianto untuk menjadi Kades karena kami percaya dia dapat melayani masyarakat dengan baik, tetapi malah kepercayaan itu dikhiatinya. Bagaimana dia akan melayani masyarakat jika masuk kerja saja jarang," terang Ketua Gerakan Masyarakat Tampoi, Teratai Hanafi, pada sejumlah media, Kamis (16/5/2013).

Hanafi mengatakan bahwa berbagai bentuk ketidakbecusan kinerja Suprianto dalam memimpin Desa Pangkalan Tampoi. Dan salah satu penyebab jeleknya kinerja Suprianto dalam memimpin Desa Pangkalan Tampoi diantaranya saat ini sang Kades tidak tinggal di desa yang dipimpinnya, melainkan menetap jauh dari masyarakat yang telah memilihnya.

"Kades saat ini berdomisili di Desa Tanjung Kuyo Kecamatan Pangkalan Lesung, jadi dia jarang masuk kantor. Kalau seperti itu, bagaimana dia akan melayani masyarakat dengan baik kalau dia tidak tinggal bersama masyarakat," katanya.

Bukan kinerja buruk sang Kades saja yang dikeluhkan masyarakat, sambungnya, anggaran pembangunan untuk desa melalui Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2012 di Desa Pangkalan Tampoi tidak jelas kemana arahnya. Akibatnya, rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan untuk membangun Desa Pangkalan Tampoi melalui ADD tidak jelas wujudnya. "Selama ini, tidak ada transparansi penggunaan anggaran ADD tahun 2012 oleh kepala desa sehingga pembangunan yang diharapkan masyarakat Pangkalan Tampoi menjadi terkendala," katanya.

Tak hanya itu, lanjutnya, belum lagi fee desa yang selama ini tidak dipertanggung jawabkan secara transparan oleh sang Kades. Padahal fee tersebut berasal dari pengurusan Surat Kepemilikan Tanah (SKT) dan kepengurusan surat surat lainnya yang masuk ke desa.

Karena itu, masih kata Hanafi, atas buruknya gaya kepemimpinan dan kinerja Suprianto dalam memimpin Desa Pangkalan Tampoi maka seluruh elemen masyarakat saat ini sudah tidak percaya lagi kepada Suprianto. Untuk itu, dirinya berharap Pemda Kabupaten Pelalawan segera mengusut berbagai pelanggaran dan kecurangan dalam kepemimpinan Suprianto. "Kami berharap Pemda Pelalawan mengusut tuntas semua yang dikeluhkan masyarakat tentang transparansi penggunaan ADD tahun 2012, kinerja yang buruk atau jarang ngantor dan terakhir kejelasan fee desa," katanya.

Ditambahkannya, saat ini berbagai elemen masyarakt di Desa Pangkalan Tampoi tengah melakukan koordinasi dan berbagai persiapan untuk mengadukan Suprianto ke Bupati Pelalawan HM Harris. "Rencananya, hari Senin depan (20/5), kami akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor bupati. Insya Allah, akan ada ratusan massa yang ikut ke Kantor Bupati dengan satu tuntutan pada Pak Bupati yakni mencabut SK Suprianto sebagai Kades Pangkalan Tampoi," tutupnya.(ilm)