
PEKANBARU, GORIAU.COM - Ibarat kata pepatah, "anjing menggonggong kafilah tetap berlalu" setidaknya itulah yang tergambar dari perhelatan event bertaraf Internasional Miss World 2013 yang digelar di Bali Indonesia.
Meski mendapat penolakan dari berbagai pihak, namun event ini tidak bisa dihentikan, sebab Ceo MNC Group yang merupakan penyelenggara even ini, Hary Tanoesoedibjo, ingin Bangsa Indonesia bangkit melalui event yang diikuti lebih 130 negara dan disiarkan di 160an negara ini.
"Kita ingin Indonesia itu bangkit," kata Hary Tanoe ketika diwawancarai usai melantik Pengurus DPW Perindo Riau, Sabtu (7/9/2013) di Pekanbaru.
Kemudian, ketika ditanya terkait penolakan oleh berbagai pihak, Pria kelahiran Surabaya 26 September 1965 ini tidak langsung menjawab, Ia menjelaskan dari awal mengapa event ini harus diselenggarakan di Indonesia.
Menurutnya, berbicara tentang miss world harus berbicara secara Komprehensif. Ia mengatakan, semangat dari event ini adalah bagaimana kita bisa mempromosikan Indonesia.
Hary juga menjelaskan, pembicaraan event Internasional ini dimulai sejak tiga tahun yang lalu. Ia telah membicara dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu negara RI Ani Yudhoyono, dimana seluruh dunia harus mengambil bagian dalam mempromosikan negaranya, karena saat ini Indonesia ini kurang dipromosikan.
"Untuk suatu negara harus bisa dikenal, tentu harus memperkenalkan diri, kami melihat ajang seperti Miss World ini membuka kesempatan bagi Indonesia supaya bisa diketahui oleh masyarakat di seluruh dunia dan kita tahu dunia itu bukan hanya negara Asia, Asia Tenggara, atau APEC saja, tapi bisa 140 negara lebih," kata lelaki yang belum lama ini dikaruniai cucu pertama.
Hary menambahkan, itulah mengapa hal ini dibicarakan dengan pemerintah. Tapi dikatakannya pula, pemerintah tidak punya anggaran untuk itu, akhirnya selaku Ceo MNC Group, Ia memutuskan bahwa MNC yang akan membantu semuanya.
Dijelaskan Hary lagi, kenapa Ia menyebut katakan membantu, sebab menurut Hary dari perhelatan Internasionalnya tidak ada unsur komersialnya. "Jadi ini perlu digaris bawahi, tidak ada unsur komersial sama sekali dari pelaksanaan itu, banyak subsidi, jadi saya bisa katakan kita rugi kalau berbicara untung rugi," kata Hary lagi.
Hary kembali membicarakan, dalam bisnis event Miss World ini, MNC tidak melihat dalam untung rugi itu saja, tapi lebih kepada melihat esensinya. Dicontohkan Harry, mereka menayangkan piala Dunia, dan beberapa liga, itu menurutnya dari segi biaya yang dikeluarkan besar sekali, tapi masyarakat suka dengan tayangan itu (tayangan bola).
"Begitu juga dengan ajang ini, kalau kita katakan rugi, ya rugi dari penyelenggaraan ini, tapi kita lihat esensinya," ungkap Hary lagi.
Hary menambahkan, sebelum menyelenggarakan event yang akan diikuti ratusan perempuan cantik dan smart ini, mereka telah membicarakan beberapa hal seperti aturan hukum, UUD 1945, norma-norma di Pancasila, yang inilah menjadi dasarnya sebelum dilaksanakan.
"Selain itu, kita kan tahu bahwa Indonesia kan punya banyak budaya, itulah kenapa pada saat kita putuskan kenapa membicarakan ini jauh-jauh hari. Kita juga sudah minta syarat yaitu tidak boleh ada hal-hal yang melanggar hukum termasuk juga budaya kita. Cuma, kemarin ada komunikasi yang kurang baik, jadi ada pesan yang diperlintir seakan-akan ini melanggar kebudayaan. Misal ada ajang yang kurang sopan, mengenakan bikini, itu tidak ada," jelasnya lagi.
Kemudian Hary menekankan, bahkan dari ajang Miss World ini harus bisa membawa kepentingan nasional, seperti bagaimana budaya indonesia bisa diperkenalkan di mata dunia, untuk mewujudkan itu, mereka melibatkan lebih 50 designer yang akan memproduksi pakaian untuk dipakai oleh perempuan-perempuan cantik itu, terutama pakaian batik khas Indonesia. Selain memperkenalkan batik itu, Hary juga mengatakan Indonesia juga akan memperkenalkan produk lain seperti jamu dan lain-lain.
Kemudian ketika disinggung terkait sikap diamnya meski beberapa kali ormas Islam berdemo di kantor MNC Group yang menuntut untuk membatalkan event ini, Hary mengatakan Ia mengambil sikap diam karena pada akhirnya orang akan melihat hasilnya tidak berbeda dengan ajang Abang None di Jakarta. Hanya saja menuruh Hary Abg None (Miss World) yang ini disiarkan di 140 negara lebih, sehingga dunia bisa melihat bahwa Indonesia bisa menyelenggarakan event internasional secara aman.
Bapak empat orang anak ini juga berharap mudah-mudahan dengan ini dunia yakin bahwa Indonesia patut menjadi negara yang bisa dikunjungi dan juga bisa mendorong pariwisata, dan bisa mendorong investasi.
Beribicara masalah pariwisata asing, Hary merasa miris, sebab Indonesia yang kaya akan budaya dan mempunyai luas daerah yang sangat besar hanya mendapat pengungjung kira-kira 8 juta orang. Sementara, menurut Hary pula di Malaysia dikunjungi melebihi 20 juta wisatawan asing.
"Kita harus tahu bahwa di Indonesia itu wisatawan cuma 8 juta dan separuh itu di bali, sementara Malaysia melebihi 20 juta wisatawan. Ini sangat menyedihkan," tutur Hary sambil melangkah menuju mobilnya.***
Penulis Rizal, salah seorang wartawan junior di Pekanbaru