TELUKKUANTAN - Keberadaan Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru dinilai tidak lagi sebagai organisasi sosial kemasyarakatan Kuantan Singingi (Kuansing) yang ada di Riau.

Hal ini disampaikan masyarakat Kuansing yang ada di Pekanbaru, Musliadi, SAg yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuansing, Kamis (5/5/2016) pagi.

"Seharusnya, IKKS menyatukan masyarakat Kuansing. Menyatukan yang terkotak-kotak pasca Pilkada ini. Jangan malah menambah pengelompokkan," ujar Musliadi.

Hal ini ia sampaikan menanggapi keberadaan IKKS yang tidak melibatkan pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan. Seperti silaturahmi masyarakat Kuansing di Pekanbaru beberapa waktu lalu.

"IKKS ini isinya semua orang terpelajar, harusnya membetulkan yang salah. Jangan pula ikut membenarkan hal yang salah di tengah masyarakat," terang Musliadi.

"Ini tidak, ada orang-orang tertentu yang menjelek-jelekkan pemerintah dan dia juga bagian dari pemerintah, tapi ikut pula dibenarkan oleh IKKS. Saya pikir, IKKS sudah lari dari khittah-nya," tambah Musliadi.

Untuk pengurus IKKS, Ia mengingatkan bahwa organisasi ini merupakan organisasi sosial kemasyarakatan. Maka, buatlah kegiatan sosial yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kuansing baik yang ada di Pekanbaru atau pun di kampung halaman.

"Menolong orang yang sakit misalnya, mengurus orang meninggal. Masyarakat tidak butuh kegiatan gerak jalan seperti itu," tegas Musliadi.

"Ini tidak, ada pula pengurus IKKS tidak mau menghadiri acara di rumah anggota yang kurang mampu. Kalau orang kaya, semuanya pada datang," tambah Musliadi. Ia mengaku, selama ini tidak pernah mendapat undangan dari pengurus untuk setiap kegiatan. "Padahal saya masyarakat Kuansing yang ada di Pekanbaru," katanya.

"IKKS bisa saja diisi oleh orang-orang politik, tapi jangan sampai mempolitisir organisasi. Kembalilah ke khittah-nya organisasi," pungkas Musliadi.***