PEKANBARU – Memasuki lebaran ketiga, harga sayuran dan aneka cabai di sejumlah pasar tradisional Pekanbaru, Riau, melonjak tajam. Kenaikan harga disebabkan terbatasnya pasokan akibat sebagian besar petani dan pengirim barang masih dalam suasana libur Idulfitri.

Sasmita, seorang ibu rumah tangga, mengaku terkejut dengan harga sayur yang melonjak drastis. "Naik tiga kali lipat harga bayam dan kangkung," keluhnya saat ditemui di Pasar Sepakat, Rabu (2/4). Ia menyebut harga kangkung yang biasanya Rp2.500 per ikat, kini naik menjadi Rp7.000.

Kondisi serupa juga terjadi pada jenis sayuran lain. Menurut Mirna, pedagang sayur di Pekanbaru, keterbatasan stok menjadi penyebab utama lonjakan harga. "Petani sayur masih lebaran, masih sedikit yang panen," ujarnya.

Tidak hanya sayuran, aneka cabai dan tomat juga mengalami lonjakan harga signifikan. Pasokan dari sentra penghasil seperti Sumatera Barat dan Medan belum kembali normal. Kondisi ini memicu kenaikan harga cabai di berbagai pasar tradisional Pekanbaru.

Berdasarkan pantauan di Pasar Cikpuan, Kodim, dan Sepakat, harga cabai keriting naik dari Rp60.000 menjadi Rp100.000 per kilogram. Sementara cabai keriting asal Bukittinggi bahkan tembus Rp120.000 per kilogram.

"Cabai rawit juga naik dari sebelumnya Rp100.000 per kilogram," ujar salah seorang pedagang.

Suasana di pasar masih tampak sepi. Banyak lapak yang belum buka, hanya beberapa pedagang yang mulai berjualan dengan stok terbatas. Para pedagang berharap distribusi dari luar daerah segera normal agar harga kembali stabil. (ant)