
PEKANBARU - Sidang Paripurna DPRD Riau tentang Penyampaian Hasil Reses Anggota DPRD Provinsi Riau Masa Sidang III (September - Desember) Tahun 2017, hari ini, Senin, (5/1/2018) berlangsung singkat. Hal itu terjadi karena sepinya pejabat eselon II yang hadir, dari laporan yang masuk hanya ada satu pejabat eselon II.
Wakil ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman pada paripurna meminta kepada pimpinan sidang Septina Primawati agar tidak perlu ada pembacaan laporan dan langsung saja diserahkan. Alhasil, laporan reses oleh masing-masing anggota dapil langsung saja diserahkan kepada pimpinan, yakni Ketua DPRD Riau Septina Primawati. Sidang paripurna pun berlangsung diwarnai gelak tawa dan candaan anggota dewan.
Sementara itu, pasca sidang Noviwaldy Jusman mengaku pihaknya merasa kecewa terhadap pejabat Eselon II, karena yang hadir hanya satu orang itu. Noviwaldy menyatakana, seharusnya hasil-hasil reses dilaporkan adalah untuk didengarkan oleh pejabat Eselon II sehingga dapat segera mereka tindak lanjuti.
"Kami kecewa sekali, penyampaian hasil reses ini semestinya didengar oleh pejabat Eselon II, karena mereka yang akan melaksanakan. Tapi ternyata hari ini hanya satu Eselon II yang hadir, dan kita harap gubernur melakukan evaluasi terhadap itu," ujarnya.
Kekesalannya tersebut juga semakin bertambah karena peristiwa tersebut sudah terjadi berulang kali. Padahal, semestinya hasil reses ini adalah aspirasi yang ditampung langsung dari masyarakat secara komunikatif, dan menjadi pokok-pokok pikiran untuk kemudian di jadikan program nyata pembangunan.
"Seharusnya disinilah aspirasi kita disalurkan kepada Pemprov, sehingga dapat diakomodir dan dilaksanakan. Hasil reses ini nantinya akan menjadi pokok-pokok pikiran dan kemudian menjadi rencana kerja di tahun 2019, saya harap tingkat kehadiran ini selanjutnya akan lebih diperhatikan lagi oleh yang terkait dan gubernur kita," pungkasnya. ***