
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi global yang kian kompleks, pemerintah memastikan kesiapan menghadapi tantangan dengan mengerahkan berbagai instrumen strategis. Mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pengelolaan sumber daya alam, hingga BPI Danantara—semua dijadikan tumpuan untuk memperkuat fondasi dan ketahanan ekonomi nasional.
Langkah ini ditegaskan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Senin (7/4/2025). Dalam unggahannya di akun Instagram @smindrawati pada Selasa (8/4/2025), Menkeu menjabarkan bahwa upaya ini adalah bentuk sinergi menyeluruh dari berbagai sektor—termasuk BUMN, SDM, serta kekuatan swasta dan masyarakat.
“Semua instrumen, kebijakan, regulasi, dan tindakan harus dipikirkan secara teliti dan tajam agar benar-benar membangun kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat yang lebih merata dan adil,” tulis Sri Mulyani.
Pemerintah menegaskan, nilai tambah dari pengelolaan sumber daya serta penguatan BUMN akan diarahkan untuk mendorong daya saing dan menjaga kedaulatan ekonomi. Dalam rapat itu juga dibahas langkah konkret memperkuat ketahanan pangan dan energi—dua pilar utama dalam menghadapi guncangan ekonomi global.
Presiden Prabowo, dalam arahannya, menekankan pentingnya membangun sistem ekonomi yang selaras dengan tujuan bernegara. Fokus utamanya adalah menciptakan keadilan, pemerataan, dan kesejahteraan rakyat. Sistem ekonomi yang dikelola secara profesional, transparan, dan bebas dari korupsi menjadi pondasi utama.
“Tugas mulia dan pasti penuh tantangan dalam rumusan, rancangan, dan implementasi. Namun tidak boleh surut dan gentar,” tegas Sri Mulyani.
Dalam konteks itu, BPI Danantara—sebagai bagian dari instrumen ekonomi baru—juga mulai dilibatkan dalam strategi makro, termasuk sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional. Seluruh kebijakan yang diambil pemerintah akan diarahkan dengan prinsip prudent, akuntabel, dan berkeadilan.
Pemerintah menyadari bahwa kerja sama lintas sektor dan tata kelola yang baik akan menjadi kunci utama menghadapi kondisi global yang sarat ketidakpastian. (ant)