PEKANBARU – Gubernur Riau H. Syamsuar, berjanji akan memberikan beasiswa bagi 30 mahasiswa yang mendalami ilmu dakwah Islamiyah pada pendidikan tinggi yang dikelola oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Riau.

Saat ini, DDII mengelola Akademi Dakwah Islam (ADI) yang mendidik mahasiswa secara gratis selama dua semester. Selanjutnya lulusan akademi tersebut langsung melanjutkan pendidikannya juga secara gratis di STID M. Natsir di bawah manajemen DDII Pusat.

GoRiau Gubernur Riau H Syamsuar berfo
Gubernur Riau H Syamsuar berfoto bersama pengurus DDII Riau serta dua mantan Gubri, H Saleh Djasit dan H Wan Abu Bakar. (Istimewa)

Pernyataan itu diungkapkan Gubri Syamsuar dalam pidato saat meresmikan Markas Dakwah DDII Riau di Jalan Bupati KM 3, Desa Kualu, Kabupaten Kampar, Ahad (31/7). Tampak hadir sejumlah pejabat, di antaranya Bupati Kampar, Karo Kesra Pemprov Riau, dua mantan Gubri, yakni H Saleh Djasit dan H Wan Abubakar, Ketua DDII Pusat Dr Adian Husaini, MSi, Ketua DDII Riau, H Rustam Effendi, MA bersama Ketua Harian, Dr Nurdin Abdul Halim, MSi, Ketua Dewan Syuro Drs H Mukhni, Sekretaris, Dr M Husnu Abadi, MHum dan sejumlah pengurus lainnya seperti Ir Fakhrunnas MA Jabbar, MIKom, drg. H. Burhanuddin Agung, H. Zahirman Zabir, SH, Drs. H. Muchsin Zaharie, Pardamaian Harahap dan para pimpinan DDII kabupaten/ kota se Riau.

Gubri Syamsuar selanjutnya menyatakan, pihaknya sangat mendukung keberadaan dan program kegiatan DDII Riau dalam melahirkan dai-dai profesional yang siap diterjunkan ke pelosok Provinsi Riau.

''Provinsi Riau yang menjadi pusat perkembangan kebudayaan Melayu identik dengan ajaran dan nilai-nilai ke-Islaman sejak dulu dikenal sebagai kawasan yang sejuk dan damai. Banyak tamu saya yang bermalam di daerah ini menyatakan merasa nyaman tidur. Bisa jadi hal ini disebabkan nilai-nilai budaya Melayu dan nilai Islam yang menghargai tamu. Ada yang bilang di Tanah Melayu Riau ini yang memiliki tradisi tamu yang datang dijemput dan pulangnya diantar,'' kata Syamsuar.

Di masa kepemimpinan Syamsuar, program dan kebijakan syariah dipacu, seperti pengembangan ekonomi syariah, BRK (Bank Riau-Kepri) Syariah yang didukung oleh semua pemegang saham kabupaten/ kota. Dalam hal ini, Syamsuar berkonsultasi dengan pakar syariah di antaranya Dr. Syafii Antonio yang kini menjadi konsultan IDB di Jeddah. Selain itu, Syamsuar juga ingin membangun Quran Center dengan mengacu pada apa yang berhasil dibangun di Madinah.

''Hebatnya lagi, aset BRK menempati posisi ketiga di Indonesia berdasarkan penilaian OJK,'" ujar putra Melayu yang pernah menjadi Bupati Siak dua periode.

Ketua DDII Pusat, Dr. Adian Husaini sekaligus menjadi pembicara Tabligh Akbar tahun baru Islam 1444 H mengungkapkan rasa haru atas keberadaan Markas Dakwah DDII Riau yang dihibahkan oleh tokoh masyarakat yang juga mantan Gubri H. Saleh Djasit.

Adian berharap markas dakwah ini bebar-benar dapat menjadi pusat peradaban Melayu di Indonesia. Jadi, para peminat soal ke-Melayuan suatu saat akan datang ke sini menemukan informasi dan dokumen mengenai ke-Melayuan.

''Mohammad Assad (muallaf yang nama aslinya Leopold Weiss) mengatakan peradaban yang sudah kehilangan izzah (kebanggaan) maka itu pertanda peradaban tersebut akan mati. Melayu di Riau ini sejak dulu tetap memiliki Izzah tersebut. Sebab banyak tokoh Melayu terkemuka berasal dari daerah ini, seperti pujangga Raja Ali Haji yang menulis Kitab Pengetahuan Bahasa yang menjadi cikal-bakal Bahasa Indonesia,'' ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, H. Saleh Djasit yang menghibahkan bangunan empat lantai dan bangunan satu lantai dengan lahan seluas satu hektare yang menjadi Markas Dakwah DDII mengungkapkan harapannya agar DDII benar-benar dapat mengembangkan lokasi tersebut sebagai pusat dakwah dan perkembangan pendidikan Islam.

Dalam acara tersebut juga dilakukan pelantikan Pengurus Muslimat dan Pemuda DDII Riau oleh Ketua DDII Riau, penandatangan prasasti peresmian oleh Gubri Syamsuar, penyerahan surat pernyataan hibah dari H. Saleh Djasit kepada DDI Riau, serta Pelantikan Lulusan ADI DDII Riau oleh Direkturnya, Dr. Nurdin Abdul Halim, M.Si.

Usai acara dilanjutkan dengan Seminar dan Diskusi tentang Strategi Dakwah dengan pemateri Dr. Adian Husaini dan Dr. Husnu Abadi yang dimoderatori oleh budayawan Ir. Fakhrunnas MA Jabbar, M.I.Kom.***