
RENGAT- Tak bisa dipungkiri bahwa sektor perkebunan telah memberikan kontribusi bagi Provinsi Riau, bahkan telah memberikan multiplayer effect yang sangat besar terhadap daerah ini. Baik dari sektor ekonomi maupun sektor tenaga kerja.
Penegasan itu disampaikan Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat membuka rapat koordinasi teknis pembangunan perkebunan antara Pemerintah Provinsi Riau dengan kabupaten/kota se Riau, Minggu (6/3/2016) malam di Gedung Sejuta Sungkai Rengat.
"Sejak sektor perkebunan menggeliat, di sentra-sentra ekonomi baru tumbuh. Di Provinsi Riau, seperti di Rokan Hulu, Siak, Rohul hingga Dumai. Dan di Inhu sendiri, kita bisa melihat majunga beberapa kota kecamatan, seperti Airmolek, Belilas dan lain sebagainya," ujar Plt Gubernur.
Saat ini, di Provinsi Riauterdapat 3,5 juta hektare areal perkebunan di Provinsi Riau, terdiri dari kelapa sawit, kelapa dan sagu. Jika dihitung, 25 perseen kontribusi terhadap PDRB(Produk Domestik Regional Bruto) Provinsi Riau bersumber dari sektor perkebunan tersebut.
"Apalagi jika hilirisasi sektor perkebunan ini telah berjalan dan menjadi manufaktur, pasti akan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi bagi Provinsi Riau," tuturnya.
Dengan demikin, dirinya berharap rapat koordinasi teknis tersebut dapat menghasilkan rumusan strategis, sehingga sektor perkebunan tetap tumbuh dan berkembang, sebab 50 persen lebih rakyat Riau masih bergantung dari perkebunan, tegasnya.
Sementara itu, dalam sambutan singkatnya, Bupati Inhu H Yopi Arianto mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Riau yang telah mempercayakan Kabupaten Inhu sebagai tuan rumah rapat koordinasi teknis pembangunan perkebunan.
"Saya harapkan, rakor ini mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi Kabupaten Inhu dan Provinsi Riau pada umumnya. Sehingga kemajuan dan taraf ekonomi masyarakat bisa terangkat sebagai mana yang diharapkan," tegasnya.
Hadir pada kegiatan tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Inhu, Sekda Inhu H Agus Rianto, para pejabat dilingkungan Pemkab Inhu serta para pimpinan perusahaan perkebunan yang ada di Inhu.(Rls)