PEKANBARU — Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Roni Rakhmat, memaparkan capaian kinerja Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sepanjang tahun 2024 dalam berbagai sektor. Evaluasi ini mencakup kebijakan peningkatan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, pelestarian lingkungan hidup, serta penyelenggaraan pemerintahan yang bersih.

Untuk prevalensi stunting di Pekanbaru mengalami penurunan secara signifikan. Dari 16,8% pada 2022, turun menjadi 8,7% pada 2023, dan diproyeksikan mencapai 6,8% pada 2024 meski data resmi dari BPS belum dirilis.

Roni juga menyebut cakupan UHC di Pekanbaru meningkat dari 97,66% pada 2023 menjadi 98,54% pada 2024, dengan 1.801.458 jiwa mendapatkan layanan kesehatan dari Pemko. “Kami juga merehabilitasi empat puskesmas, tujuh pustu, satu rumah dinas, serta menambah ambulans untuk meningkatkan akses kesehatan masyarakat,” jelasnya, Selasa (31/12/2024).

Peningkatan akses pendidikan menjadi prioritas, dengan rata-rata lama sekolah mencapai 15,58 tahun. Pemko telah membangun satu sekolah baru dan menambah 22 ruang kelas untuk mengatasi daya tampung, khususnya di tingkat SD dan SMP. Selain itu, beasiswa dan alat kebutuhan siswa diserahkan kepada 958 pelajar.

Meski ada sedikit peningkatan angka kemiskinan dari 3,06% pada 2022 menjadi 3,16% di 2023, tahun 2024 mencatat penurunan ke 3,15%, dengan 3.926 jiwa berada dalam kategori kemiskinan ekstrem.

Selain itu, sebanyak 30 cagar budaya dilestarikan sepanjang tahun, dan wisatawan lokal tercatat meningkat hingga 2.056.179 orang. “Pekanbaru menjadi titik awal kunjungan wisatawan di Provinsi Riau,” ujar Roni.

Dan sepanjang 2024, terjadi 144 kasus bencana alam dan 481 kasus non-kebakaran, dengan tingkat respons mencapai 90%.

Untuk infrastruktur jalan, dari total 1.277 km jalan di Pekanbaru, 817 km dalam kondisi baik, 96 km dalam kondisi sedang, 254 km rusak ringan, dan 109 km rusak berat. “Peningkatan jalan terus dilakukan, termasuk sembilan ruas jalan hasil kerja sama dengan Pemprov Riau, dan akan menjadi fokus utama pada 2025,” jelas Roni.

Dikatakan juga, APBD Pekanbaru tahun 2024 mencapai Rp3,3 triliun, dengan realisasi belanja mencapai 76,04% hingga triwulan IV. Pemko juga menyesuaikan program dengan arahan pemerintah pusat, seperti makan bergizi gratis dan pemeriksaan kesehatan gratis.

“Program makan gratis akan dimulai pada 6 Januari 2025, dengan tahap awal melibatkan 3.000 siswa dari empat SMP dan dua TK di Pekanbaru,” ungkapnya.

Roni menegaskan, Pemko Pekanbaru akan terus fokus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan infrastruktur di tahun mendatang. “Kami berharap seluruh program ini dapat membawa manfaat langsung bagi masyarakat Pekanbaru,” pungkasnya. ***